Inter Milan sempat berada di jalur untuk mendatangkan Rasmus Hojlund dari Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan. Di balik keputusan tersebut, ada pertimbangan yang disebut cukup menentukan: permintaan dari Cristian Chivu agar klub memberi ruang lebih besar kepada Francesco Pio Esposito.
Inter memilih mengubah arah
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Inter sebenarnya mencari tambahan tenaga di lini depan setelah ditinggal beberapa pemain kunci. Hojlund sempat masuk dalam daftar target utama karena dinilai cocok untuk menambah kedalaman skuad. Akan tetapi, dalam prosesnya, Nerazzurri memilih menahan langkah dan mengalihkan fokus ke opsi yang sudah ada di dalam tim.
Keputusan itu tidak lepas dari keyakinan Chivu terhadap Esposito. Striker muda tersebut baru kembali setelah menjalani musim yang cukup meyakinkan bersama Spezia. Chivu disebut mendorong klub agar tidak buru-buru mengeluarkan dana besar untuk penyerang baru, melainkan memberi kesempatan kepada pemain akademi yang sedang naik daun itu.
Peran Chivu dalam keputusan klub
Dalam situasi seperti itu, suara Chivu mendapat bobot besar. Ia meyakinkan manajemen bahwa Esposito layak dipertahankan dalam proyek tim utama. Inter pun akhirnya menutup pintu bagi Hojlund, meski ketertarikan awal terhadap penyerang asal Denmark itu sempat berkembang serius.
Langkah tersebut kini terlihat sebagai keputusan yang tidak gegabah. Esposito mendapat panggung lebih besar, sementara Inter tetap menjaga arah pembangunan skuad dengan memberi ruang kepada pemain muda. Di sisi lain, Hojlund justru berlabuh ke Napoli dan tampil impresif bersama klub barunya.
Inter bertaruh pada perkembangan pemain muda
Pilihan Inter untuk tidak mengejar Hojlund menunjukkan perubahan pendekatan dalam membangun tim. Alih-alih bereaksi cepat di pasar transfer, klub memilih membaca potensi yang ada di dalam skuad sendiri. Dalam kasus ini, Esposito menjadi taruhan utama, dan performanya disebut memberi alasan bagi Inter untuk merasa keputusan itu tidak keliru.
Bagi Inter, musim panas lalu bukan sekadar soal membeli penyerang baru, tetapi juga soal menentukan arah jangka panjang. Dan dalam keputusan untuk membatalkan transfer Hojlund, Chivu menjadi salah satu sosok yang paling berpengaruh.
Source link
