Hardy R Hermawan, seorang yang pernah bekerja sama dengan Arif Budimanta di KEIN, Stafsus Presiden, dan SigmaPhi Indonesia, telah menjadi sosok yang memberi makna dalam banyak analisis ekonomi dan rapat strategis. Namun, tiba-tiba ketiadaannya meninggalkan duka yang mendalam. Arif Budimanta, atau Chief AB, meninggal pada usia 57 tahun, menghadirkan kesedihan yang bukan hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi negeri ini. Arif Budimanta dikenal sebagai seorang ekonom yang andal dan politisi PDI Perjuangan yang selalu memegang teguh nurani kerakyatan.
Pada saat kepergiannya, ratusan karangan bunga dari berbagai kalangan mengalir ke rumahnya di Rawamangun, Jakarta. Arif Budimanta adalah sosok yang saleh dan taat beribadah, dengan ketaatan agama yang mengawal semua tindakan dan pikirannya. Bagi Arif Budimanta, ekonomi bukan hanya tentang uang dan pasar, tetapi juga menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial.
Sehari sebelum meninggal, Arif Budimanta masih berada di pasar, merasa gelisah dengan kenaikan harga beras. Dari kegelisahan dan pemikirannya, lahir Al Maun Institute, sebuah lembaga yang menjadi perwujudan semangatnya dalam menggabungkan analisis ekonomi dengan pemberdayaan rakyat kecil yang terpinggirkan. Bagi Chief AB, mengkaji kebijakan ekonomi dan mendukung usaha mikro dan ultramikro adalah bentuk ibadah yang nyata.
