Masa depan San Siro, stadion ikonik di Italia, kini tengah dipertanyakan. Dalam perkembangan terbaru, anggota dewan Europa Verde, Carlo Monguzzi, menentang penjualan area stadion tersebut kepada AC Milan dan Inter Milan. Situasi ini menciptakan ketidakpastian mengenai nasib dari San Siro.
Walikota Milan, Beppe Sala, sebelumnya telah mendukung rencana penjualan stadion kepada kedua klub sepakbola tersebut. Namun, terdapat perpecahan di dalam pemerintahan kota Milan terkait rencana penjualan tersebut. Beberapa pihak menolak rencana penjualan, terutama jika harga penjualan dianggap terlalu rendah.
Carlo Monguzzi yakin bahwa pemungutan suara mengenai penjualan San Siro tidak akan dianggap sebagai mosi tidak percaya. Hal ini memungkinkan pihak yang mendukung rencana penjualan untuk memberikan suara secara objektif. Namun, seorang analis keuangan menyatakan bahwa kedua klub akan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun untuk mencapai profit jika membeli dan merenovasi San Siro.
Analisis menyarankan bahwa pembangunan stadion baru di San Donato mungkin lebih menguntungkan bagi Milan. Proyek tersebut dapat memberikan pengembalian modal dalam 17 tahun dan meningkatkan pendapatan klub secara signifikan. Di sisi lain, pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, diduga mendorong akuisisi San Siro untuk membuat klubnya lebih menarik bagi calon pembeli di masa depan.
Kisruh mengenai San Siro mencerminkan kompleksitas antara ambisi klub dan keputusan politik. Semua pihak terus memantau perkembangan ini dengan seksama untuk melihat bagaimana nasib dari salah satu stadion terkenal di dunia ini akan berakhir.
