JAKARTA — Di tengah masih rendahnya kesadaran sebagian pekerja terhadap perlindungan kerja, Andre Taulany turun menyuarakan pesan yang sederhana tetapi penting: pekerja seni dan pekerja informal perlu ikut BPJS Ketenagakerjaan. Ajakan itu disampaikan lewat iklan Andai Tau Duluan, yang menyoroti risiko kerja yang kerap luput diperhitungkan, terutama bagi mereka yang tidak terikat hubungan kerja formal.
Pesan perlindungan untuk pekerja yang sering luput
Andre menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan bukan hanya urusan pekerja kantoran atau mereka yang berada di bawah perusahaan besar. Bagi pekerja seni, kru, pelaku kreatif, hingga pekerja informal, jaminan sosial justru menjadi penopang ketika risiko datang tanpa diduga. Pesan ini diarahkan agar para pekerja tidak menunggu sampai terjadi masalah baru menyadari pentingnya perlindungan.
Melalui kampanye tersebut, Andre mengajak pekerja untuk lebih peka terhadap hak dan kebutuhan dasar di dunia kerja. Ia menyoroti bahwa rasa aman saat bekerja bukan sekadar soal penghasilan, melainkan juga soal perlindungan ketika menghadapi kecelakaan kerja, kondisi darurat, atau situasi lain yang dapat mengganggu nafkah sehari-hari.
BPJS Ketenagakerjaan sebagai pintu aman bagi pekerja mandiri
Ajakan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi pilihan perlindungan bagi pekerja mandiri maupun mereka yang bekerja di sektor nonformal. Dalam konteks itu, kampanye Andre menjadi pengingat bahwa jaminan sosial adalah bagian dari kebutuhan dasar pekerja, bukan sekadar pelengkap.
Langkah ini juga diharapkan mendorong lebih banyak pekerja di Indonesia memahami bahwa perlindungan ketenagakerjaan dapat memberi rasa tenang saat menjalani pekerjaan sehari-hari. Bagi pekerja seni dan informal, yang sering bekerja tanpa kepastian kontrak tetap, keberadaan perlindungan semacam ini menjadi semakin relevan.
Menguatkan kesadaran hak ketenagakerjaan
Di saat banyak pekerja masih mengandalkan kemampuan sendiri untuk bertahan, pesan yang dibawa Andre Taulany menjadi pengingat bahwa perlindungan kerja tidak boleh dianggap sepele. Kampanye tersebut menempatkan isu jaminan sosial bukan sebagai wacana teknis, melainkan sebagai kebutuhan nyata yang menyentuh kehidupan banyak orang.
Dengan cara yang ringan namun tegas, ajakan itu menempatkan pekerja seni dan informal dalam sorotan yang lebih serius: bahwa mereka pun berhak atas rasa aman, perlindungan, dan kepastian saat mencari nafkah.
Source link
