-5.7 C
New York

Aset Tak Sinkron dengan Temuan OTT: Tips Mengatasi Masalah

Published:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai bahwa Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 untuk periode 2022-2025, Irvian Bobby Mahendro atau yang dikenal sebagai Irvian Sultan Kemnaker, tidak patuh dalam mengajukan LHKPN. Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dugaan tersebut muncul karena Irvian diduga menerima Rp69 miliar terkait kasus pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker, namun hanya melaporkan kekayaan sebesar Rp3,9 miliar dalam LHKPN.

Berdasarkan informasi yang diungkap, Irvian juga dikenal sebagai ‘sultan’ oleh Wamenaker, Immanuel Ebenezer alias Noel karena dianggap memiliki banyak uang. Menurut Budi, “Artinya dalam pelaporan LHKPN saudara IBM ini juga diduga tidak patuh. Jumlah asetnya tidak sinkron dengan temuan awal dalam kegiatan tangkap tangan ini.”

Kondisi ini memunculkan kecurigaan terhadap Irvian terkait kepatuhan dalam pengajuan LHKPN. Tindakan tersebut menyusul dugaan pemerasan yang terkait dengan sertifikasi K3 di Kemnaker. Hal ini menjadi sorotan utama dan menjadi fokus investigasi dari KPK terhadap kasus tersebut.

Source link

Related articles

Recent articles