33.3 C
Jakarta

Bioavtur Minyak Jelantah: Kado Spesial HUT RI dari Pertamina

Published:

Bioavtur Minyak Jelantah, Disebut Jadi Kado Spesial HUT RI dari Pertamina

Pengembangan bahan bakar pesawat berbasis minyak jelantah kembali mencuri perhatian. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Abadi Poernomo, menilai kehadiran Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur yang dicampur minyak jelantah bukan sekadar terobosan teknologi, melainkan langkah yang membawa pesan kuat bagi industri penerbangan Indonesia. Di tengah dorongan menuju energi yang lebih bersih, inovasi ini dipandang sebagai sinyal bahwa sektor aviasi mulai bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan.

Langkah yang Dinilai Punya Nilai Ekonomi dan Lingkungan

Abadi menilai penggunaan SAF membuka peluang manfaat ganda. Di satu sisi, bahan bakar alternatif ini dapat memberi nilai tambah bagi industri penerbangan. Di sisi lain, penggunaan minyak jelantah sebagai campuran menunjukkan upaya mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil murni. Dalam pandangannya, keberhasilan meluncurkan bioavtur menjadi langkah yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa transisi energi di sektor transportasi udara mulai masuk ke tahap yang lebih konkret.

Dikaitkan dengan Momentum HUT RI

Peluncuran bioavtur itu juga disebut sebagai kado spesial dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang diberikan oleh Pertamina. Penyematan momentum kemerdekaan pada inovasi ini membuatnya bukan hanya dipandang sebagai capaian korporasi, melainkan juga sebagai simbol kemajuan nasional di bidang energi. Perhatian terhadap bahan bakar ramah lingkungan pun semakin menguat, seiring meningkatnya tuntutan agar industri penerbangan ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan.

Sinyal Arah Baru untuk Penerbangan

Di tengah kebutuhan efisiensi dan tekanan untuk menekan emisi, kehadiran bioavtur berbahan campuran minyak jelantah memberi gambaran bahwa perubahan di sektor penerbangan tidak lagi sebatas wacana. Abadi melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjawab tantangan energi masa depan. Jika pengembangan seperti ini terus berlanjut, industri penerbangan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga dituntut lebih peka terhadap dampak lingkungan yang ditinggalkannya.

Source link

Related articles

Recent articles