32.4 C
Jakarta

Prabowo: Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp 757,8 Triliun

Published:

Prabowo Tetapkan Anggaran Pendidikan 2026 Rp 757,8 Triliun, Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam Nota Keuangan RAPBN 2026. Dalam pidato yang disampaikan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Prabowo menyebut anggaran pendidikan tahun depan mencapai Rp 757,8 triliun, jumlah yang diklaim sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Pendidikan Diposisikan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan

Prabowo menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pos belanja negara, melainkan alat untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Ia juga menempatkan pendidikan sebagai instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, menurut dia, setiap rupiah dalam anggaran harus dipastikan tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta lembaga pendidikan.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung perlunya peningkatan kualitas guru serta penyesuaian kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.

Rincian Program dan Infrastruktur Pendidikan

Untuk tahun 2026, pemerintah telah merinci sejumlah alokasi dari total anggaran tersebut. Program Indonesia Pintar ditujukan bagi 21,1 juta siswa, sementara Kartu Indonesia Pintar Kuliah disiapkan untuk 1,2 juta mahasiswa. Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan fasilitas sekolah serta kampus dialokasikan sebesar Rp 150,1 triliun.

Anggaran pendidikan itu juga mencakup pembiayaan gaji dan tunjangan guru. Pemerintah turut menempatkan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Fokus ke Sains dan Beasiswa LPDP

Prabowo menekankan pentingnya mengejar ketertinggalan di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika. Ia melihat penguatan empat bidang itu sebagai syarat agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain dan mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing di level internasional.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menargetkan LPDP dapat menyalurkan beasiswa kepada 4.000 mahasiswa pada 2026. Kebijakan ini, menurut Prabowo, menjadi bagian dari upaya memastikan generasi penerus memiliki ruang untuk berkembang melalui pendidikan yang lebih tinggi dan lebih berkualitas.

Dengan komposisi anggaran yang besar dan program yang dirinci sejak awal, pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu medan utama pembangunan pada 2026, bukan hanya untuk memperluas akses, tetapi juga untuk memperbaiki mutu hasil akhirnya.

Source link

Related articles

Recent articles