29.6 C
Jakarta

Prabowo Emphasizes Strong Defense for Indonesia in Uncertain World

Published:

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa pertahanan yang kuat bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan di tengah dunia yang bergerak semakin tak menentu. Pesan itu ia sampaikan dalam Upacara Gelar Pasukan Kehormatan, saat ia berbicara langsung kepada para prajurit muda tentang arti sejarah dan alasan Indonesia harus selalu siap menjaga diri.

Prabowo Ingatkan Bahaya Bila Pertahanan Lalai

Dalam amanatnya, Prabowo menyinggung pengalaman panjang bangsa Indonesia di bawah penjajahan. Menurut dia, sejarah itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak pernah datang dengan sendirinya, melainkan harus dipertahankan. Ia menilai, ancaman terhadap Indonesia kini tidak hanya datang dalam bentuk konvensional, tetapi juga dari dinamika global yang makin rumit dan dapat memengaruhi stabilitas nasional.

Prabowo menekankan bahwa negara harus mampu melindungi wilayah, kedaulatan, dan sumber dayanya sendiri. Di tengah persaingan geopolitik yang terus berubah, Indonesia memang tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun, tetapi sikap itu tidak berarti boleh lengah. Justru, kata dia, posisi nonblok harus ditopang oleh pertahanan yang tangguh agar Indonesia tetap berdiri di atas kaki sendiri.

Komitmen pada Kekuatan TNI

Upacara tersebut juga menjadi ajang penegasan kesiapan alat utama pertahanan negara. Dalam kegiatan itu, dilakukan penunjukan sejumlah komandan militer baru serta peresmian beberapa unit TNI. Seluruh rangkaian menampilkan kesiapan personel dan alutsista yang dikerahkan untuk mendukung kekuatan pertahanan nasional.

Secara keseluruhan, sebanyak 27.384 personel terlibat dalam acara itu bersama berbagai aset pertahanan. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pemerintah ingin menunjukkan kesiapan nyata, bukan sekadar pernyataan politik, dalam menghadapi situasi internasional yang sulit diprediksi.

Pesan untuk Prajurit Muda

Kepada para prajurit muda, Prabowo meminta agar mereka tidak melupakan alasan mengapa sebuah bangsa membutuhkan tentara yang kuat. Bagi dia, kekuatan militer bukan untuk memicu ketegangan, melainkan untuk menjamin Indonesia tetap aman, berdaulat, dan mampu melindungi kepentingan nasional di tengah perubahan dunia yang cepat.

Pesan itu terasa tegas: di tengah ketidakpastian global, Indonesia diminta tidak hanya mengandalkan diplomasi, tetapi juga memastikan benteng pertahanannya berdiri kokoh.

Source link

Related articles

Recent articles