24.1 C
New York

Inside the SPPG Kitchen: Tears of Gratitude

Published:

Pada 30 Juli 2025, di Serdang Bedagai, emosi sangat tinggi ketika Aslina berbagi kisah transformasinya. Bekerja di Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cempedak Lobang, Sei Rampah, hanya beberapa langkah dari rumahnya, dia mengungkapkan rasa syukurnya kepada program yang mengubah hidupnya. Berdiri di samping para pemimpin regional seperti Hasan Nasbi dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Aslina dengan tangisannya berterima kasih kepada Presiden atas dampak positif pada kehidupan sehari-harinya.
Sebelum bergabung dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Aslina adalah seorang ibu rumah tangga purnawaktu tanpa penghasilan sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan terbatas. Namun sekarang dia berkontribusi dalam mempersiapkan makanan sehat untuk anak-anak sekolah di komunitasnya, membawa harapan baru dalam hidupnya. Normawati, peserta lainnya, juga menyoroti bagaimana kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di dekat rumah telah sangat berharga untuk mendukung keluarganya, termasuk anak-anak sekolahnya yang mendapatkan manfaat dari makanan bergizi program MBG.
Dampak program ini tidak hanya terbatas pada ibu rumah tangga, seperti yang terlihat dalam kasus Shinta Ramadana yang berusia 21 tahun. Sebelumnya menganggur, kini dia bekerja dalam persiapan makanan dengan antusiasme yang besar, mencerminkan semangat pemberdayaan yang dibangun oleh Program MBG. Para wanita ini adalah di antara individu di seluruh negeri yang telah menemukan pekerjaan dan harapan baru melalui inisiatif ini, menurut data dari Badan Gizi Nasional.
Lebih dari sekadar menyediakan makanan bergizi, Program MBG melambangkan pemberdayaan dan transformasi. Program ini telah mengubah dapur menjadi ruang harapan, di mana individu seperti Aslina, Norma, dan Shinta telah menemukan peluang untuk pekerjaan yang bermakna dan pertumbuhan pribadi.

Source link

Related articles

Recent articles