33.3 C
Jakarta

Bamsoet Terus Maju sebagai Calon Ketum IMI, Pengurus Soroti Skema Adu Domba

Published:

Bamsoet Tetap Maju di Bursa Ketum IMI, Pengurus Soroti Upaya Adu Domba

JAKARTA — Perebutan kursi ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2025-2030 mulai memanas. Di tengah munculnya seruan agar Bambang Soesatyo atau Bamsoet mundur dari pencalonan, anggota Pengurus Pusat IMI Haryara Tambunan menegaskan bahwa Bamsoet tetap melanjutkan langkahnya.

Bamsoet Tak Mundur dari Pencalonan

Haryara menyampaikan, Bamsoet masih bertekad maju sebagai calon ketua umum IMI. Sikap itu, kata dia, tidak berubah meski seruan penarikan diri datang dari Riko Lesiangi. Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dinamika menuju pemilihan ketua umum IMI belum mereda dan justru kian terbuka di ruang publik.

Menurut Haryara, keputusan Bamsoet untuk tetap bertarung merupakan bagian dari proses internal organisasi yang memang sedang berjalan. Di sisi lain, ia menilai sorotan terhadap pencalonan ini tidak boleh dibelokkan menjadi manuver yang memecah belah.

Isu Adu Domba Jadi Sorotan

Dalam penjelasannya, Haryara juga menyinggung adanya skema adu domba yang diduga dimainkan di balik persaingan tersebut. Ia menilai, isu semacam itu tidak sehat bagi organisasi dan justru dapat mengganggu konsolidasi IMI menjelang periode kepemimpinan baru.

Persaingan di tubuh IMI sendiri memang kerap menyedot perhatian karena posisi ketua umum memiliki pengaruh besar terhadap arah organisasi, termasuk pembinaan olahraga otomotif dan jejaring komunitas di berbagai daerah. Karena itu, setiap dinamika menjelang pemilihan biasanya menjadi perhatian banyak pihak di lingkungan otomotif nasional.

Persaingan Menuju 2025-2030

Dengan Bamsoet yang tetap bertahan di bursa calon ketua umum, peta persaingan IMI periode 2025-2030 diperkirakan masih akan bergerak dinamis. Pernyataan Haryara memperlihatkan bahwa dukungan dan penolakan di internal organisasi belum mengerucut, sementara proses menuju pemilihan masih menyisakan ruang bagi tarik-menarik kepentingan.

Situasi ini menegaskan bahwa kontestasi di IMI bukan sekadar soal siapa yang maju atau mundur, tetapi juga soal menjaga soliditas organisasi agar tidak terseret konflik yang lebih jauh. Source link

Related articles

Recent articles