Milan Tetap Pasang Badan untuk Loftus-Cheek di Tengah Bayang-Bayang Cedera
AC Milan belum bergeser dari keyakinan mereka terhadap Ruben Loftus-Cheek. Di tengah catatan cedera yang berulang, klub tetap melihat gelandang asal Inggris itu sebagai sosok yang bisa memberi nilai besar bagi Rossoneri pada musim mendatang. Bagi Milan, persoalannya bukan lagi soal bakat Loftus-Cheek, melainkan bagaimana menjaga kondisi fisiknya agar bisa lebih sering tersedia.
Catatan Musim Debut yang Masih Menjanjikan
Loftus-Cheek sempat menunjukkan betapa penting perannya saat berada dalam kondisi terbaik. Pada musim debutnya bersama AC Milan, ia mencatatkan 10 gol dan 2 assist dari 40 penampilan di semua kompetisi. Angka itu menjadi alasan mengapa Milan belum kehilangan kepercayaan, meski performanya kerap terhambat oleh masalah kebugaran.
Situasi berubah pada musim lalu. Loftus-Cheek harus melewatkan 27 pertandingan karena cedera dan sakit, sehingga ritme bermainnya terganggu dan koneksi dengan rekan setim pun sulit terbentuk secara konsisten. Dalam tim yang menuntut stabilitas di lini tengah, absensi panjang seperti itu jelas berdampak besar.
Reijnders Pergi, Ruang Loftus-Cheek Membesar
Kepergian Tijjani Reijnders ke Manchester City turut membuka ruang baru di sektor tengah Milan. Dalam konteks itu, Loftus-Cheek dipandang bisa mengambil porsi yang lebih penting. Milan membutuhkan gelandang dengan kombinasi fisik, teknik, dan kemampuan menyerang dari lini kedua, dan profil Loftus-Cheek dinilai masih sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Tare dan Allegri Ingin Menjaga, Bukan Memaksakan
Namun, optimisme itu tidak datang tanpa kehati-hatian. Tare dan Allegri sama-sama memahami bahwa kebugaran Loftus-Cheek harus dikelola dengan lebih cermat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membatasi beban bermainnya, dengan memberi prioritas lebih besar pada Serie A ketimbang kompetisi Eropa. Skema seperti ini diyakini bisa membantu menjaga konsistensi fisiknya sepanjang musim.
Igli Tare bahkan menyebut Loftus-Cheek sebagai salah satu gelandang paling lengkap di Eropa. Penilaian itu mempertegas bahwa Milan belum menutup pintu bagi pemain berusia 29 tahun tersebut untuk menjadi bagian penting proyek tim ke depan. Yang kini menjadi tantangan adalah memastikan potensi besar itu tidak kembali tertahan oleh cedera yang sama.
Source link
