Juventus tak mampu membendung Manchester City dalam laga Piala Dunia Antarklub 2025, dan pelatih Igor Tudor punya penjelasan yang cukup tegas soal hasil itu. Bagi Tudor, kekalahan Bianconeri bukan semata soal kualitas lawan, melainkan juga karena timnya tidak tampil dalam kondisi terbaik ketika duel berlangsung. Meski sempat memberi perlawanan, Juventus akhirnya harus mengakui keunggulan City dengan skor yang mencerminkan rapuhnya mereka di momen-momen penting.
Gol-gol City dan momen yang membalik keadaan
Juventus sempat mendapat angin saat Teun Koopmeiners berhasil menyamakan skor. Namun, keadaan segera berubah setelah Pierre Kalulu mencetak gol bunuh diri yang membuat Bianconeri tertinggal saat turun minum. Pada babak berikutnya, Manchester City menambah tekanan lewat gol Erling Haaland, Phil Foden, dan Savinho. Juventus hanya mampu membalas melalui Dusan Vlahovic, yang setidaknya menjaga asa timnya agar tidak pulang tanpa gol.
Tudor: Juventus harus lengkap dan segar
Igor Tudor menilai pertandingan itu memperlihatkan satu hal penting: melawan tim seperti Manchester City, Juventus harus berada dalam kondisi yang benar-benar siap. Ia mengakui skuadnya tidak dalam situasi ideal, tetapi tetap menegaskan bahwa sepak bola selalu menyimpan kemungkinan. Menurut Tudor, jika ingin menang dalam laga sebesar itu, Juventus wajib tampil lengkap, segar, dan bermain dengan baik sejak awal hingga akhir.
Masih melaju, tapi tantangan berikutnya lebih berat
Meski kalah, Juventus tetap melangkah ke babak 16 besar dan sudah menanti Real Madrid di fase berikutnya. Hasil ini menjadi pengingat bahwa jalan Juventus di Piala Dunia Antarklub 2025 belum selesai, tetapi level lawan yang menunggu jelas menuntut respons yang lebih kuat. Selengkapnya mengenai berita ini dapat dilihat di Ligaolahraga.com. Source link
