JAKARTA — Pameran pertahanan internasional Indo Defence Expo & Forum resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang dua tahunan ini tidak hanya menjadi etalase teknologi militer dan industri pertahanan, tetapi juga menghasilkan kesepakatan bisnis yang cukup besar, yakni 35 nota kesepahaman dan 17 kontrak kerja sama.
35 MoU dan 17 kontrak mewarnai penutupan
Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, mengatakan pameran tersebut dihadiri delegasi resmi dari 42 negara dengan total 323 peserta. Dalam rangkaian kegiatan yang padat itu, tercatat pula penandatanganan 35 MoU dan 17 kontrak kerja sama sebagai tindak lanjut dari pertemuan antarpelaku industri dan perwakilan negara peserta.
Menurut Sri Yanto, capaian itu menunjukkan bahwa Indo Defence bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan ruang pertemuan yang membuka jalur kerja sama konkret. Dari sisi partisipasi, pameran ini diikuti 1.182 peserta dari 55 negara. Selama empat hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung juga melampaui 42.000 orang.
Menjadi panggung inovasi industri pertahanan
Angka-angka tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap perkembangan industri pertahanan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kehadiran ribuan peserta dan puluhan ribu pengunjung menegaskan posisi Indo Defence sebagai salah satu forum penting untuk menampilkan inovasi, mempertemukan kepentingan bisnis, serta membuka peluang kolaborasi di sektor strategis.
Dengan skala partisipasi yang luas, pameran ini kembali menempatkan Jakarta sebagai titik temu bagi pemerintah, pelaku industri, dan delegasi internasional yang mencari peluang kerja sama di bidang pertahanan. Source link
