27 C
Jakarta

SPPG Tambolaka, NTT: Impact of Free School Meal Program on Local Economy

Published:

Tambolaka, NTT — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Unit Layanan Gizi (SPPG) Tambolaka, di barat daya Sumba, Nusa Tenggara Timur, tidak berhenti pada urusan menyediakan makanan bagi anak sekolah dan ibu hamil. Di wilayah ini, program tersebut juga ikut menggerakkan ekonomi warga setempat lewat rantai pasok yang sengaja dibangun dari dalam kabupaten.

Belanja bahan pangan dari warga sendiri

Kepala SPPG Tambolaka, Christian Chandralitya Reski Leteboro, mengatakan seluruh bahan makanan yang digunakan diambil dari petani lokal dan pelaku usaha kecil di Southwest Sumba. Menurut dia, pilihan itu bukan sekadar soal efisiensi distribusi, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan yang sejak awal memang dirancang.

Sebisa mungkin, kebutuhan dapur dipenuhi dari ibu kota kabupaten. Jika stok tidak tersedia, pasokan dicari ke wilayah Sumba Barat yang lebih luas. Pola ini membuat perputaran uang tetap berada di daerah, sekaligus memberi ruang bagi petani dan peternak lokal untuk memiliki pasar yang lebih pasti.

Dapur MBG jadi pasar stabil

Di tengah tantangan menjaga pasokan dalam skala besar, SPPG Tambolaka justru memanfaatkan kondisi itu untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa dan kantor pertanian. Keterlibatan dua lembaga tersebut penting agar rantai pasok tetap berjalan dan petani tidak hanya menjadi pemasok sesaat, tetapi bagian dari ekosistem program.

Dapur SPPG kemudian berperan sebagai pembeli yang konsisten bagi hasil panen warga. Dari sayuran, telur, hingga ayam, pemasok lokal dilibatkan agar siklus ekonomi di kabupaten itu terus berputar. Selain membuka pasar yang lebih stabil, kegiatan operasional dapur juga memberi kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Lebih dari makanan gratis

Program MBG di Southwest Sumba diposisikan sebagai alat pembangunan pedesaan, bukan hanya layanan konsumsi harian. Dengan anggaran yang beredar di wilayah sendiri, program ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membantu keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem.

Di lapangan, manfaat program terasa dalam bentuk yang sederhana tetapi nyata: petani punya kepastian pembeli, staf dapur mendapat pekerjaan, dan masyarakat ikut bergerak dalam semangat saling menopang. Di Tambolaka, MBG tampil sebagai contoh bahwa kebijakan pangan bisa sekaligus menjadi kebijakan ekonomi.

Source link

Related articles

Recent articles