33.3 C
Jakarta

Prabowo Bahas Kerja Sama Ekonomi Laos dan Singapura di KTT ASEAN

Published:

Prabowo Buka KTT ASEAN dengan Dorong Kerja Sama Ekonomi Laos dan Singapura

KUALA LUMPUR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanfaatkan hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, untuk mengintensifkan diplomasi bilateral. Di sela agenda utama, Prabowo menggelar pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong Shyun Tsai.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif itu menandai langkah Indonesia untuk tidak hanya hadir sebagai peserta forum regional, tetapi juga aktif mendorong hasil konkret, terutama di bidang ekonomi. Sejumlah pejabat tinggi mendampingi Prabowo, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menko Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Fokus pada kerja sama ekonomi

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, pembahasan dalam pertemuan bilateral tersebut diarahkan pada penguatan hubungan kerja sama, khususnya di sektor ekonomi. Indonesia, kata dia, ingin memastikan bahwa agenda KTT ASEAN tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi juga menghasilkan kerja sama yang dapat dijalankan secara berkelanjutan di kawasan.

Dalam konteks itu, pertemuan dengan Laos dan Singapura menjadi penting karena kedua negara memiliki posisi strategis dalam jejaring ekonomi ASEAN. Meski dilakukan secara terpisah, rangkaian dialog tersebut menunjukkan pola diplomasi Indonesia yang menggabungkan pendekatan multilateral dan bilateral dalam satu momentum.

Menandatangani deklarasi ASEAN 2045

Usai menyelesaikan pertemuan bilateral, Prabowo kembali bergabung dalam forum utama KTT ASEAN untuk menandatangani Deklarasi Kuala Lumpur tentang ASEAN 2045: Masa Depan Kita yang Bersama. Seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN ikut menandatangani dokumen tersebut, yang menjadi penanda arah baru kerja sama kawasan dalam dua dekade mendatang.

Penandatanganan itu turut disaksikan Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao. Kehadiran Timor Leste, meski belum menjadi anggota penuh ASEAN, menegaskan nuansa keterbukaan yang terus dijaga di kawasan. Di tengah rangkaian agenda tersebut, langkah Prabowo memperkuat relasi bilateral sekaligus meneguhkan posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak utama pembentukan ASEAN yang lebih solid, terintegrasi, dan kompetitif.

Source link

Related articles

Recent articles