Bandung — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka sinyal kuat soal dukungannya terhadap rencana Persib melantai di bursa. Ia menyatakan siap membeli saham klub kebanggaan warga Jawa Barat itu jika benar-benar masuk ke skema penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
Pernyataan Farhan itu menambah sorotan terhadap wacana Persib sebagai klub sepak bola yang tak hanya bertumpu pada dukungan suporter, tetapi juga berpeluang masuk ke ranah investasi publik. Di tengah pembahasan soal profesionalisasi klub olahraga, sikap kepala daerah ini menjadi penanda bahwa rencana tersebut mendapat dukungan moral dari lingkungan terdekat Persib.
Sinyal Dukungan dari Balai Kota
Farhan menempatkan Persib bukan semata sebagai tim sepak bola, melainkan sebagai institusi olahraga yang punya nilai ekonomi dan sosial besar bagi Kota Bandung. Dengan menyatakan siap membeli saham, ia seolah ingin menunjukkan bahwa keterlibatan publik dalam klub dapat dimulai dari figur-figur yang memiliki kedekatan langsung dengan Persib dan basis pendukungnya.
Jika IPO benar terjadi, langkah itu berpotensi membuka jalan bagi partisipasi lebih luas dari masyarakat, pemangku kepentingan, hingga para pendukung yang selama ini mengikuti perjalanan Persib dari tribun stadion. Dalam konteks itu, dukungan Farhan bisa dibaca sebagai dorongan agar klub lebih modern dalam tata kelola dan lebih kuat secara finansial.
Persib dan Peluang di Pasar Saham
Wacana Persib masuk bursa saham juga membawa harapan baru bagi pengelolaan klub. Dengan mekanisme IPO, klub berpeluang memperoleh dana segar yang dapat dipakai untuk menopang pengembangan tim, infrastruktur, dan operasional. Di sisi lain, keterbukaan informasi yang melekat pada perusahaan terbuka bisa mendorong pengelolaan yang lebih transparan.
Bagi Persib, yang memiliki basis dukungan besar dan identitas kuat di Bandung, langkah ini bukan sekadar soal pendanaan. Ada pertaruhan soal bagaimana klub menjaga kedekatan dengan publik sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan tata kelola modern. Dalam situasi seperti itu, pernyataan Farhan menjadi relevan karena datang dari sosok yang berada di jantung kota tempat Persib tumbuh dan berkembang.
Source link
