Roma pulang dari Bergamo dengan rasa kecewa yang masih menyisakan perdebatan. Bukan hanya karena kalah 1-2 dari Atalanta, tetapi juga karena keputusan wasit yang membatalkan penalti setelah tinjauan VAR. Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, tak menutupi kegeramannya dan langsung menanggapi komentar analis wasit DAZN, Luca Marelli, yang menilai Giallorossi tak layak mendapat penalti.
Ranieri Menolak Penilaian Marelli
Usai laga, Ranieri menegaskan bahwa ia tidak sepakat dengan pandangan Marelli. Menurutnya, ada kontak yang jelas antara Manu Kone dan Mario Pasalic dalam insiden yang berujung pada penalti itu dibatalkan. Ia menilai keputusan tersebut terlalu mudah dibalik setelah pemeriksaan VAR.
“Kami menerima keputusan itu demi sportivitas,” kata Ranieri dalam konferensi pers, sambil mengisyaratkan bahwa Roma sebetulnya merasa dirugikan. Ia juga mempertanyakan batas kewenangan VAR, terutama jika yang terjadi adalah sentuhan pada lutut atau pergelangan kaki.
Protes Keras dan Kartu Kuning
Ketegangan tidak berhenti di ruang konferensi. Ranieri bahkan meninggalkan sesi wawancara DAZN dengan emosi setelah perdebatan soal insiden tersebut. Di lapangan, sikap protes kerasnya juga berbuah kartu kuning dari wasit.
Polemik ini menjadi sorotan karena datang di momen penting bagi Roma. Kekalahan dari Atalanta memutus rekor tak terkalahkan mereka dalam 19 pertandingan. Lebih jauh, hasil itu membuat Roma turun ke posisi keenam klasemen sementara, sebuah pukulan yang terasa berat di fase krusial musim ini.
Dampak Kekalahan yang Lebih Luas
Di balik kontroversi penalti, hasil akhir pertandingan memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara ambisi dan kenyataan bagi Roma. Satu keputusan di area penalti berubah menjadi perdebatan panjang yang menutup malam pahit Giallorossi di Bergamo. Ranieri jelas ingin menegaskan satu hal: bagi dirinya, kontak itu ada, dan Roma punya alasan untuk merasa kecewa.
Source link
