28.5 C
Jakarta

Duta Imunisasi Digital: Peran Kemenkes & Media Sosial

Published:

Pekan Imunisasi Dunia 2025 tak sekadar menjadi seremonial tahunan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, momentum ini dipakai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Global Health Strategies untuk menguatkan satu hal yang kian mendesak: melawan keraguan dan penolakan terhadap imunisasi dengan pesan yang lebih dekat ke publik.

Melawan disinformasi lewat suara komunitas

Dengan mengusung tema “Imunisasi untuk Semua: Dari Kota hingga Pelosok Negeri”, rangkaian kegiatan tahun ini melibatkan beragam kelompok yang selama ini punya pengaruh di ruang digital. Tokoh agama, ibu muda, pengemudi ojek online, hingga penggerak komunitas lokal diajak menjadi Duta Imunisasi Digital. Mereka didorong menyampaikan informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami, terutama di tengah maraknya konten yang tidak selalu akurat soal vaksin.

Direktur Global Health Strategies Indonesia, Ganendra Awang Kristandya, menekankan bahwa komunitas digital punya peran penting dalam menjaga ruang informasi tetap berpihak pada fakta. Menurut dia, imunisasi bukan semata urusan layanan kesehatan, melainkan juga hak dasar yang perlu terus dijaga melalui komunikasi publik yang kuat dan konsisten.

Masalahnya bukan hanya akses vaksin

Data WHO tahun 2023 menunjukkan masih ada 14,5 juta anak di dunia yang belum mendapatkan imunisasi dasar. Indonesia juga disebut berada di posisi keenam dengan jumlah zero dose tertinggi. Angka ini memperlihatkan bahwa tantangan imunisasi tidak berhenti pada distribusi vaksin atau ketersediaan fasilitas kesehatan. Ada persoalan lain yang tak kalah besar, yakni pertarungan narasi di ruang publik.

Di titik inilah media sosial menjadi medan yang menentukan. Informasi yang keliru dapat memengaruhi keputusan keluarga untuk melengkapi imunisasi anak. Karena itu, kehadiran para duta dari berbagai latar belakang diharapkan bisa memperluas jangkauan pesan kesehatan dengan bahasa yang lebih dipercaya masyarakat.

Temu komunitas untuk memperkuat pesan kesehatan

Acara Temu Komunitas dan Pegiat Media Sosial menjadi ruang bagi berbagai kelompok untuk bertukar pengalaman dan mempelajari strategi komunikasi yang lebih efektif dalam menghadapi hoaks seputar imunisasi. Dalam forum semacam ini, pesan kesehatan tidak lagi berhenti di tingkat kebijakan, tetapi dibawa masuk ke percakapan sehari-hari di linimasa, grup percakapan, dan komunitas warga.

Melalui keterlibatan Duta Imunisasi Digital, Kementerian Kesehatan berharap seruan “Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas” tidak hanya terdengar di ruang resmi, tetapi juga menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini ragu. Di tengah banjir informasi, keberhasilan kampanye imunisasi kini ditentukan bukan hanya oleh stok vaksin, melainkan juga oleh siapa yang paling dipercaya publik.

Source link

Related articles

Recent articles