Inter Milan kembali berada di jalur besar Eropa. Setelah menyingkirkan Bayern Muenchen dan melangkah ke semifinal Liga Champions, perhatian kini beralih ke Barcelona, lawan yang oleh banyak pihak dianggap sebagai ujian yang jauh lebih rumit. Namun, dari kubu mantan pemain Inter, Marco Materazzi, justru mengalir keyakinan bahwa tim asuhan Simone Inzaghi punya cukup modal untuk melangkah lebih jauh.
Inter lolos dengan modal mental dan pengalaman
Inter memastikan tempat di empat besar usai bermain imbang 2-2 melawan Bayern Muenchen pada laga kedua perempat final. Hasil itu cukup untuk mengantarkan Nerazzurri unggul agregat 4-3. Bagi Simone Inzaghi, capaian ini menegaskan konsistensi timnya di panggung tertinggi Eropa, karena Inter untuk kali kedua dalam tiga musim terakhir berhasil mencapai semifinal Liga Champions.
Di fase ini, Inter akan berhadapan dengan Barcelona. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di Spanyol pada 30 April 2025, sebelum giliran San Siro menjadi tuan rumah pada leg kedua sepekan kemudian. Jadwal itu membuat Inter punya waktu untuk merapikan detail, sekaligus menjaga momentum setelah menyingkirkan Bayern dalam duel yang menguras tenaga dan emosi.
Materazzi melihat Inter lebih matang
Marco Materazzi, yang pernah menjadi bagian penting dari pertahanan Inter Milan, menilai peluang mantan klubnya masih sangat terbuka. Menurut dia, pengalaman dan kedewasaan skuad Inter bisa menjadi pembeda saat menghadapi Barcelona yang diperkuat banyak pemain muda.
Meski Barcelona memiliki lini depan yang berbahaya dan dihuni penyerang-penyerang berkelas, Materazzi percaya Inter akan membawa semangat yang sama seperti ketika melawan Bayern Muenchen. Baginya, karakter itu penting dalam laga dua leg yang biasanya ditentukan oleh ketenangan, disiplin, dan kemampuan memanfaatkan momen.
Ujian berikutnya: menjaga intensitas di saat krusial
Optimisme Materazzi bukan semata pujian emosional kepada mantan klub. Ia melihat Inter punya peluang nyata untuk melaju ke final, selama mampu mempertahankan intensitas dan konsentrasi seperti yang mereka tunjukkan saat menyingkirkan Bayern. Di level semifinal, ruang untuk melakukan kesalahan hampir tidak ada, dan setiap detail bisa menentukan nasib tim.
Bagi Inter, pertemuan dengan Barcelona akan menjadi pembuktian lain atas kualitas mereka di kancah Eropa. Setelah melewati Bayern, tantangan berikutnya bukan hanya soal kekuatan lawan, tetapi juga soal menjaga keyakinan bahwa langkah ke final memang masih bisa dijangkau. Source link
