27 C
Jakarta

Prabowo Terima Kunjungan Wakil PM Rusia: Diplomasi di Tanah Air

Published:

Prabowo Buka Pintu Kerja Sama Baru Saat Terima Wakil PM Rusia di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia, Denis Manturov, di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari yang sama setelah kembali dari lawatan kerja ke sejumlah negara di Timur Tengah. Pertemuan ini menjadi penanda bahwa pemerintah Indonesia terus menjaga jalur diplomasi aktif, bukan hanya di kawasan Teluk, tetapi juga dengan mitra strategis seperti Rusia.

Disambut pasukan kehormatan di Istana Merdeka

Denis Manturov tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Sebelum memasuki agenda pembahasan bilateral, Manturov terlebih dahulu menerima penghormatan dari pasukan jajar kehormatan Paspampres yang berjaga di kompleks istana.

Suasana pertemuan berlangsung dalam format resmi kenegaraan, mencerminkan pentingnya hubungan kedua negara. Kehadiran Manturov di Jakarta juga memperlihatkan bahwa komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Rusia masih terus dijaga, terutama di tengah kebutuhan masing-masing negara untuk memperluas ruang kerja sama yang lebih konkret.

Prabowo dorong kerja sama ekonomi dan industri

Dalam pertemuan bilateral itu, Prabowo menekankan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia. Fokus pembahasan diarahkan pada perluasan kerja sama di sejumlah sektor, mulai dari ekonomi, industri, perdagangan, energi, pertanian, hingga investasi. Agenda tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak berhenti pada simbol diplomatik, tetapi diarahkan pada bidang-bidang yang berpotensi memberi dampak langsung bagi pembangunan nasional.

Pertemuan ini juga menjadi kelanjutan dari langkah diplomasi luar negeri Prabowo yang sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara di Timur Tengah. Setelah kembali ke tanah air, Prabowo langsung menerima tamu tingkat tinggi dari Rusia, sebuah sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga ritme diplomasi yang cepat dan terukur.

Source link

Related articles

Recent articles