Nottingham Forest pulang dari City Ground dengan kepala tertunduk setelah gol telat Abdoulaye Doucoure memastikan Everton menang 1-0. Bagi manajer Nuno Espirito Santo, kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan juga peringatan bahwa Forest tak boleh lengah di fase krusial musim ini.
Gol menit akhir yang mengubah jalannya laga
Forest sejatinya mampu menjaga pertandingan tetap ketat hingga menit-menit akhir. Namun, pada masa tambahan waktu, Doucoure muncul sebagai pembeda dan membungkam tuan rumah lewat gol pada menit ke-90+4. Hasil itu membuat Everton membawa pulang kemenangan tipis dari markas Forest, sementara tuan rumah harus menelan kekecewaan yang terasa pahit karena terjadi di depan pendukung sendiri.
Setelah laga, Nuno Espirito Santo tak menutupi rasa frustrasinya. Ia menilai performa timnya tidak berada pada level yang diharapkan, terutama karena kesalahan di pengujung pertandingan justru menjadi celah yang dimanfaatkan lawan. Dalam pandangannya, Forest sebenarnya masih punya ruang untuk tampil lebih baik, tetapi detail kecil kembali menentukan hasil akhir.
Nuno minta Forest segera bangkit
Meski kecewa, Nuno tetap berusaha menjaga fokus timnya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini tidak boleh merusak kepercayaan diri para pemain, apalagi Nottingham Forest masih berada di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dengan 57 poin. Situasi itu membuat peluang mereka untuk terus bersaing di papan atas tetap terbuka, termasuk menjaga asa ke Liga Champions musim depan.
Everton sendiri tampil dominan dalam laga tersebut dan lebih efektif saat kesempatan datang. Nuno mengakui lawan bermain dengan baik, tetapi ia juga menekankan bahwa Forest harus belajar dari momen seperti ini jika ingin tetap bertahan di jalur persaingan elite. Bagi Forest, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa satu kelengahan di menit akhir bisa mengubah arah musim yang sejauh ini masih menjanjikan.
Source link
