32.4 C
Jakarta

Pemkab Tulungagung Berikan Lahan 7,1 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Published:

Tulungagung — Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mulai menyiapkan langkah awal untuk menghadirkan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Bukan sekadar wacana, pemkab telah menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, sebagai lokasi yang disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut.

Lahan aset pemkab di lokasi strategis

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharuddin mengatakan, lahan yang disiapkan itu merupakan aset milik pemerintah daerah. Lokasinya dinilai strategis karena berada dekat dengan SMPN 5 Tulungagung dan sudah masuk dalam zonasi permukiman. Menurut dia, kesiapan lahan menjadi salah satu modal penting agar program pendidikan itu bisa segera berjalan ketika persetujuan dari kementerian terkait terbit.

“Lahan yang telah dipersiapkan tersebut merupakan aset Pemkab yang lokasinya sangat strategis,” kata Ahmad Baharuddin.

Ditujukan untuk anak dari keluarga kurang mampu

Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah formal berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sasaran utamanya adalah peserta didik yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kategori desil 1 dan 2 DTSEN. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah berharap pendidikan tidak lagi menjadi hambatan bagi anak-anak dari keluarga yang paling rentan secara ekonomi.

Rencana penyelenggaraannya mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan standar nasional. Selain pelajaran akademik, sekolah ini juga akan menekankan pendidikan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup. Konsep itu disiapkan agar siswa tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga memiliki bekal untuk mandiri setelah lulus.

Pemkab mulai memetakan calon peserta

Meski pembangunan Sekolah Rakyat masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat, Pemkab Tulungagung tidak tinggal diam. Saat ini, pemerintah daerah disebut tengah memetakan sekitar 3.000 anak usia sekolah yang berpotensi menjadi peserta program tersebut. Pendataan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program tepat sasaran ketika pelaksanaannya dimulai.

Langkah Pemkab Tulungagung menyiapkan lahan dan memetakan calon siswa menunjukkan keseriusan daerah dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas. Di tengah tantangan ketimpangan ekonomi, sekolah berasrama bagi keluarga kurang mampu itu diposisikan bukan hanya sebagai fasilitas pendidikan, melainkan juga sebagai pintu masuk bagi anak-anak untuk memperoleh kesempatan yang selama ini sulit dijangkau.

Source link

Related articles

Recent articles