28.3 C
Jakarta

Kapolri: One Way Arus Balik Bisa Diberlakukan Lebih Cepat

Published:

JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka kemungkinan pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional untuk arus balik Lebaran 2025 lebih cepat dari jadwal semula. Meski rencana awalnya dimulai pada Minggu (6/4/2025), kepolisian menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada perkembangan arus kendaraan di lapangan.

Keputusan Ditentukan dari Pantauan Lalu Lintas

Listyo mengatakan, kepolisian terus memantau data lalu lintas secara real time untuk memastikan waktu penerapan sistem satu arah benar-benar tepat. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah volume kendaraan per jam yang tercatat oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah.

Menurut dia, jika situasi menunjukkan peningkatan arus yang signifikan, penerapan one way nasional bisa saja dimajukan. Karena itu, skema pengaturan lalu lintas tidak dipatok kaku pada satu tanggal, melainkan menyesuaikan kondisi aktual di jalan.

Sosialisasi Akan Diperluas ke Masyarakat

Sebelum kebijakan itu diberlakukan secara resmi, kepolisian akan lebih dulu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar pengguna jalan tidak kebingungan apabila terjadi perubahan jadwal penerapan one way nasional.

Dengan sosialisasi yang lebih luas, aparat berharap masyarakat bisa menyesuaikan rencana perjalanan, terutama para pemudik yang akan kembali ke daerah asal seusai libur Lebaran. Kepolisian juga menempatkan pengaturan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus balik sekaligus menekan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Fokus pada Kelancaran Arus Balik

Rekayasa lalu lintas one way nasional menjadi salah satu instrumen utama kepolisian dalam mengurai kepadatan kendaraan pada periode Lebaran. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, pengawasan dan pengendalian arus di jalur-jalur utama menjadi krusial agar perjalanan berlangsung lebih aman dan tertib.

Kapolri menekankan bahwa seluruh keputusan akan diambil berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Dengan pendekatan itu, polisi berharap arus mudik dan arus balik dapat tetap terkendali tanpa menimbulkan penumpukan kendaraan yang berkepanjangan. Source link

Related articles

Recent articles