29.6 C
Jakarta

Evakuasi 12 Kru Kapal Terbakar di Perairan Banten: Tindakan Bakamla RI

Published:

Evakuasi 12 Kru Kapal Terbakar di Perairan Banten: Tindakan Bakamla RI

Kebakaran yang melanda KMP Mutiara Ferindo 2 di Perairan Banten pada Kamis, 3 April 2025, memicu operasi evakuasi cepat oleh Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan setelah api yang diduga muncul dari area Car Deck D terus membesar saat kapal tengah lego jangkar.

Api Diduga Berawal dari Tumpukan Kayu Pallet

Informasi awal menyebutkan titik api berasal dari tumpukan kayu pallet di Car Deck D. Kebakaran diketahui sekitar pukul 04.00 WIB, saat salah satu kru mesin, Yandi, yang bertugas sebagai juru minyak kapal, melihat adanya asap dari blower ketika ia mematikan generator darurat. Setelah dilakukan pengecekan, sumber api dipastikan berada di Car Deck D.

Situasi yang kian berbahaya membuat Yandi segera memanggil Masinis 3 dan kru lainnya untuk berupaya memadamkan api. Namun, si jago merah tidak kunjung terkendali dan justru semakin membesar. Dalam kondisi itu, Chief Officer kapal kemudian menghubungi KN Tanjung Datu-301 melalui komunikasi VHF untuk meminta bantuan evakuasi.

Respons Cepat Bakamla RI

Menerima laporan darurat tersebut, Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, langsung mengerahkan tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) untuk mengevakuasi para ABK. Langkah cepat ini menjadi penentu keselamatan awak kapal yang berada dalam ancaman kebakaran di tengah perairan.

Evakuasi 12 kru berlangsung setelah permintaan bantuan diterima dan kondisi di kapal dinilai tidak lagi aman. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat di laut, terutama saat kapal berada dalam posisi lego jangkar dan api dapat menyebar dengan cepat.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan awal memang mengarah pada area penyimpanan kayu pallet, tetapi kepastian sumber api masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi juga pada pengawasan dan penanganan risiko di atas kapal.

Dengan evakuasi yang berlangsung cepat, 12 ABK KMP Mutiara Ferindo 2 dapat diselamatkan dari situasi berbahaya tersebut. Kejadian di Perairan Banten ini menambah daftar peristiwa darurat laut yang menuntut koordinasi sigap antara awak kapal dan unsur keselamatan maritim. Tak lupa, baca informasi menarik lainnya di portal berita kami, JPNN.com.

Source link

Related articles

Recent articles