25.8 C
Jakarta

PGMOL Akui James Tarkowski Gagal Kartu Merah vs Liverpool

Published:

PGMOL akhirnya mengakui James Tarkowski layak mendapat kartu merah dalam laga Everton kontra Liverpool yang berakhir 1-0 untuk tuan rumah di Anfield. Insiden itu terjadi saat Tarkowski menjatuhkan Alexis Mac Allister dalam duel yang kemudian memicu perdebatan panjang soal ketegasan wasit dan peran VAR di Premier League.

Insiden yang memicu polemik

Dalam pertandingan tersebut, Tarkowski hanya diganjar kartu kuning meski pelanggarannya terhadap Mac Allister dinilai sejumlah pihak terlalu keras untuk sekadar peringatan. Badan wasit Premier League, PGMOL, belakangan menyebut keputusan di lapangan seharusnya berujung lebih berat. Menurut penilaian mereka, wasit semestinya merekomendasikan tinjauan ulang atas insiden itu.

VAR tidak mengambil langkah lanjutan ketika laga berlangsung. Namun, setelah pertandingan usai, Liverpool disebut telah menghubungi PGMOL untuk meminta penjelasan atas keputusan yang dianggap merugikan jalannya laga. Kontroversi ini pun langsung menjadi bahan diskusi luas di kalangan pengamat Liga Inggris.

Pengakuan dari kubu Everton dan Liverpool

Manajer Everton, David Moyes, juga tidak menampik bahwa Tarkowski beruntung masih bisa melanjutkan pertandingan. Pengakuan itu mempertegas bahwa insiden tersebut memang berada di area abu-abu, meski banyak yang menilai standar hukuman seharusnya lebih tegas.

Dari kubu Liverpool, Arne Slot menekankan pentingnya mengakui kesalahan dalam sepak bola. Ia mengatakan kekeliruan wasit bisa saja terjadi, tetapi keputusan seperti itu tidak boleh sampai memengaruhi jalannya kompetisi. Sikap tersebut menambah bobot kritik terhadap konsistensi pengambilan keputusan di Premier League.

Kasus yang kembali menyorot VAR

Keputusan PGMOL ini kembali membuka perdebatan lama soal batas intervensi VAR dan ketepatan wasit di lapangan. Dalam pertandingan yang ketat, satu keputusan semacam ini bisa mengubah arah laga dan meninggalkan pertanyaan besar setelah peluit akhir. Bagi Liverpool, insiden Tarkowski menjadi contoh lain bahwa standar penilaian wasit masih jauh dari kata tuntas.

Source link

Related articles

Recent articles