SEMARANG — Arus mudik di Tol Kalikangkung, Semarang, mulai kembali normal setelah kepolisian menghentikan pemberlakuan jalur satu arah atau one way dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju arah barat, Minggu pagi. Keputusan ini diambil menyusul penurunan volume kendaraan yang melintas secara signifikan, sehingga rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan dinilai tak lagi diperlukan.
Arus kendaraan menurun, jalur dibuka normal
Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Sonny Irawan, mengatakan kondisi lalu lintas yang kian landai menjadi dasar Korlantas Polri untuk menormalkan kembali jalur tol. Dengan begitu, kendaraan yang bergerak ke arah barat dapat melintas tanpa skema satu arah yang sempat diberlakukan. Kebijakan serupa juga dicabut untuk ruas Semarang hingga Bawen yang sebelumnya ikut masuk dalam pengaturan arus mudik.
Meski rekayasa lalu lintas telah dihentikan, Sonny tetap mengingatkan para pemudik agar tidak mengendurkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan selama perjalanan, terutama ketika volume kendaraan masih bergerak dinamis di jalur utama mudik.
Dalam sehari, 60.218 kendaraan keluar dari Kalikangkung
Berdasarkan data Pos Terpadu Kalikangkung, sejak Sabtu pukul 06.00 WIB hingga Minggu pukul 06.00 WIB tercatat 60.218 kendaraan keluar dari Gerbang Tol Kalikangkung. Puncak kepadatan terjadi pada Sabtu sore, tepatnya antara pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, saat lebih dari 4.000 kendaraan melintas setiap jam.
Setelah periode itu, arus kendaraan terus bergerak turun. Pada Minggu pagi, jumlah kendaraan yang keluar menuju Semarang disebut sudah berada di bawah 2.000 unit per jam. Kondisi tersebut menjadi penanda bahwa gelombang utama pemudik mulai mereda, setidaknya di titik pantau Kalikangkung yang selama ini menjadi salah satu simpul terpadat arus balik dan mudik di Jawa Tengah.
Dengan normalnya kembali arus kendaraan di ruas ini, pengawasan lalu lintas diperkirakan tetap menjadi perhatian utama di jalur tol yang menghubungkan Semarang dan wilayah barat Jawa Tengah. Tetap pantau informasi terkini hanya di JPNN.com Jateng.
Source link
