Luciano Spalletti: Italia Masih Mencari Keseimbangan
Timnas Italia pulang dari laga melawan Jerman dengan pelajaran yang lebih besar ketimbang sekadar hasil akhir. Pelatih Luciano Spalletti menilai skuad asuhannya masih belum menemukan keseimbangan yang dibutuhkan untuk tampil konsisten sepanjang pertandingan. Dalam duel yang memperlihatkan dua wajah berbeda itu, Italia tertinggal 0-3 pada babak pertama sebelum bangkit dan memaksakan skor imbang 3-3 di paruh kedua. Namun, hasil tersebut tetap membuat Italia tersingkir dengan agregat 5-4.
Dua Babak, Dua Cerita
Spalletti menyoroti kontras yang terlalu tajam antara performa timnya di awal dan akhir laga. Menurut dia, Italia terlalu mudah kehilangan kendali pada fase-fase penting sehingga memberi ruang bagi lawan untuk menghukum kesalahan mereka. Di sisi lain, reaksi para pemain setelah jeda menunjukkan bahwa tim ini masih punya daya saing dan mental untuk merespons tekanan.
Pelatih berusia 65 tahun itu mengakui ada kekeliruan dalam susunan pemain inti yang ia pilih. Meski begitu, ia menilai para pemain tetap menunjukkan sikap profesional untuk memperbaiki keadaan di lapangan. Bagi Spalletti, respons semacam itu penting, tetapi belum cukup jika tidak diiringi kestabilan permainan sejak menit awal.
Kesalahan yang Tidak Boleh Terulang
Spalletti juga menegaskan bahwa beberapa gol yang bersarang ke gawang Italia seharusnya bisa dihindari. Pada level seperti ini, kata dia, kesalahan kecil dapat berujung mahal. Karena itu, ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit, bukan hanya saat tim sedang menekan atau mengejar ketertinggalan.
Evaluasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Italia masih memiliki pekerjaan rumah besar. Untuk menjadi lebih kuat, tim harus menutup celah di lini belakang, menjaga ritme permainan, dan menemukan formula yang membuat performa mereka tidak naik turun drastis seperti saat melawan Jerman.
Source link
