28.3 C
Jakarta

Strategi Menteri Hukum dalam Melindungi Media Nasional

Published:

Strategi Menteri Hukum dalam Melindungi Media Nasional

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memanfaatkan momen buka puasa bersama para pemimpin redaksi media massa di kantornya, Jakarta Selatan, untuk menegaskan satu hal yang kini makin mendesak: perlindungan bagi media nasional di tengah dominasi platform global. Di hadapan para pimpinan redaksi, ia menyoroti kekhawatiran pelaku industri pers atas tekanan yang datang dari pemain digital raksasa yang kian kuat menguasai ruang informasi dan iklan.

Regulasi Diposisikan sebagai Penyeimbang

Dalam kesempatan itu, Supratman menekankan pentingnya regulasi yang mampu menciptakan keseimbangan antara media lokal dan platform global. Menurut dia, bisnis media di Indonesia tidak bisa dibiarkan menghadapi persaingan yang tidak setara, terutama ketika platform global tumbuh dengan kekuatan distribusi dan jangkauan yang jauh lebih besar.

Ia juga menyampaikan bahwa perlindungan terhadap media nasional bukan semata soal keberlangsungan usaha, melainkan menyangkut ekosistem informasi di dalam negeri. Karena itu, lembaga penyiaran pun, kata Supratman, perlu mendapatkan perhatian agar tetap mampu bertahan di tengah perubahan lanskap digital yang berlangsung cepat.

Pesan di Tengah Tekanan Industri Media

Acara buka puasa bersama yang juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu itu menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan sikap terhadap keresahan industri media. Supratman tampak ingin menegaskan bahwa negara tidak boleh abai ketika media nasional menghadapi gempuran dari platform global yang beroperasi lintas batas dan mempengaruhi pola konsumsi berita masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perlindungan media dalam negeri kini ditempatkan sebagai bagian dari agenda yang lebih luas, yakni menjaga agar industri pers tetap memiliki ruang hidup di era digital yang semakin kompleks. Di tengah perubahan itu, pertanyaan tentang siapa yang menguasai arus informasi menjadi semakin penting, dan pemerintah diminta tidak terlambat merespons.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di JPNN.com melalui Google News.

Source link

Related articles

Recent articles