28.8 C
Jakarta

Investasi Surabaya 2024: Capai Rp40,47 Triliun!

Published:

SURABAYA – Kinerja investasi Kota Surabaya sepanjang 2024 menutup tahun dengan hasil yang lebih tinggi dari target. Pemerintah kota mencatat realisasi investasi mencapai Rp40,47 triliun, melampaui sasaran yang sebelumnya dipatok sebesar Rp39,94 triliun. Capaian ini menunjukkan Surabaya tetap menjadi salah satu magnet utama penanaman modal di Jawa Timur, baik dari pelaku usaha lokal maupun investor asing.

Didorong PMDN dan PMA

Realisasi investasi tersebut ditopang oleh tiga komponen utama. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk Usaha Mikro Kecil (UMK) tercatat sebesar Rp9,1 triliun. Sementara itu, PMDN Non-UMK menyumbang porsi terbesar dengan nilai Rp27,6 triliun. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp3,6 triliun.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa geliat investasi di Surabaya tidak hanya bertumpu pada usaha berskala besar, tetapi juga ditopang sektor UMK yang terus bergerak. Dalam konteks ini, daya tarik kota tidak semata soal pasar, melainkan juga soal kepastian layanan dan kemudahan urusan perizinan.

Perizinan Jadi Penopang

Salah satu faktor yang disebut ikut mendorong capaian tersebut adalah kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah kota. Sepanjang 2024, total layanan perizinan, pelayanan, dan pelimpahan kewenangan mencapai 1.428. Angka ini menjadi indikator bahwa proses administratif yang lebih sederhana turut memberi ruang bagi masuknya investasi baru.

Di tengah persaingan antardaerah untuk menarik modal, Surabaya tampaknya memilih bertumpu pada efisiensi layanan. Langkah ini dinilai penting karena investor umumnya mencari kepastian waktu, prosedur yang jelas, dan pelayanan yang tidak berbelit.

Target 2025 Dinaikkan

Untuk menjaga tren positif itu, pihak terkait telah menyiapkan sejumlah inovasi layanan pada 2025. Upaya tersebut diarahkan agar kualitas pelayanan semakin baik dan mampu mempertahankan kepercayaan investor. Pemerintah kota pun menargetkan investasi tahun ini bisa naik lagi menjadi Rp42,69 triliun.

Dengan capaian 2024 yang sudah melampaui target, tantangan berikutnya bagi Surabaya bukan sekadar mempertahankan angka, melainkan menjaga agar iklim usaha tetap kompetitif di tengah kebutuhan investasi yang terus berkembang. (Arry Dwi Saputra – Ardini Pramitha)

Source link

Related articles

Recent articles