Karawang — Banjir yang tak kunjung surut di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali menegaskan betapa rapuhnya wilayah itu setiap kali hujan dan luapan air datang bersamaan. Lebih dari sepekan, genangan masih bertahan di permukiman warga, dengan ketinggian air berkisar antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
Ratusan Warga Mengungsi
Kondisi tersebut memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Di beberapa titik, air belum menunjukkan tanda-tanda benar-benar surut sehingga aktivitas warga lumpuh. Situasi ini bukan hanya mengganggu kehidupan harian, tetapi juga menambah beban bagi keluarga yang sudah berulang kali menghadapi banjir serupa.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa bersama Wakil Bupati Karawang Maslani turun langsung meninjau lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa persoalan banjir di Karangligar bukan kejadian sesaat, melainkan masalah yang terus berulang dan menunggu penyelesaian yang lebih serius.
Karangligar dan Siklus Banjir yang Panjang
Saan menyebut Desa Karangligar telah menjadi daerah langganan banjir selama 14 tahun terakhir. Dalam rentang waktu sepanjang itu, warga tidak hanya menanggung kerugian materiil, tetapi juga kerugian immateriil yang berulang, mulai dari terganggunya pekerjaan, pendidikan, hingga rasa aman yang tak pernah benar-benar pulih.
Menurut Saan, harapan besar bertumpu pada proyek pengendali banjir yang ditargetkan rampung pada 2025. Ia berharap, setelah proyek itu selesai, warga Karangligar tidak lagi hidup dalam bayang-bayang banjir yang datang hampir setiap musim hujan.
Menunggu Solusi yang Benar-Benar Bertahan
Bagi warga Karangligar, banjir bukan sekadar persoalan air yang masuk ke rumah, melainkan soal bertahan hidup dari satu kejadian ke kejadian berikutnya. Selama proyek pengendali banjir belum selesai, warga masih harus menyesuaikan hidup dengan ancaman genangan yang sewaktu-waktu kembali membesar.
Peninjauan pejabat daerah dan bantuan yang disalurkan memang meringankan kebutuhan mendesak warga. Namun, bagi Karangligar, yang paling ditunggu tetap satu hal: solusi yang membuat desa itu tidak lagi menjadi langganan banjir.
Source link
