28.8 C
Jakarta

Bentuk Generasi Emas Indonesia melalui Ketaatan Puasa

Published:

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai pembentukan generasi emas Indonesia tak hanya bertumpu pada kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga pada kedisiplinan spiritual, termasuk melalui ibadah puasa. Menurut dia, puasa mengajarkan pengendalian diri yang menjadi fondasi penting bagi karakter bangsa.

Puasa sebagai latihan menahan diri

Pandangan itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam ceramah pada Program Mimbar Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa ibadah puasa melatih manusia untuk tidak rakus, tidak berlebihan, dan mampu menahan dorongan yang bisa merusak sikap hidup sederhana.

Dalam penjelasannya, generasi emas Indonesia idealnya bukan hanya cerdas dan berpengetahuan luas, tetapi juga beriman, memiliki kapasitas, keterampilan, serta rendah hati. Karakter semacam itu, kata dia, dibutuhkan agar kemajuan bangsa tidak berjalan tanpa kendali moral.

Rendah hati dan gemar berbagi

Abdul Mu’ti juga menyoroti bahwa puasa mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam menyikapi nikmat yang dimiliki. Dari kebiasaan menahan lapar dan haus, seseorang diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bersyukur, tidak mudah terjebak pada sikap serakah, dan terdorong untuk berderma.

Ia menilai kebiasaan itu penting untuk membentuk manusia yang mandiri sekaligus memiliki kepedulian sosial. Dengan begitu, generasi yang lahir bukan hanya pandai mengejar kemajuan, tetapi juga mampu memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.

Fondasi moral bagi masa depan bangsa

Di tengah dorongan mencetak sumber daya manusia unggul, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa kualitas generasi masa depan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik semata. Ada unsur keimanan, kebijaksanaan, dan kemampuan mengendalikan diri yang harus tumbuh seiring dengan penguasaan ilmu dan keterampilan.

Pesan itu menempatkan puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana pembentukan watak. Dalam pandangannya, dari disiplin ibadah itulah lahir generasi yang kuat secara mental, tidak rakus, dan siap membawa Indonesia menuju cita-cita generasi emas.

Related articles

Recent articles