Juventus menutup langkah di Liga Champions lebih cepat dari yang diharapkan setelah kalah dari PSV Eindhoven pada babak playoff. Kekalahan itu membuat Bianconeri tersingkir dengan agregat 3-4, hasil yang sekaligus memaksa mereka mengalihkan perhatian penuh ke persaingan Serie A. Di tengah kekecewaan tersebut, target utama klub belum bergeser: menjaga posisi empat besar demi tiket Liga Champions musim depan.
Fokus Juventus Beralih ke Serie A
Juventus saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dan masih harus bersaing ketat dengan Lazio. Situasi itu membuat kegagalan di Eropa terasa semakin berat, karena peluang tampil di Liga Champions musim depan kini bergantung sepenuhnya pada konsistensi di liga domestik. Dalam kondisi seperti ini, setiap laga tersisa menjadi penentu arah musim mereka.
Setelah kekalahan dari PSV, pelatih Thiago Motta memberi para pemain waktu istirahat. Langkah itu diambil agar tim bisa meredakan tekanan sekaligus menata ulang fokus sebelum kembali ke lapangan. Motta disebut melakukan evaluasi atas kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pertandingan tersebut, sebuah proses yang penting untuk menjaga Juventus tetap dalam jalur persaingan.
Motta Akui Tak Lepas dari Kritik
Dalam pernyataannya, Motta menunjukkan sikap terbuka terhadap sorotan yang datang setelah hasil mengecewakan itu. Ia juga menyinggung komunikasinya dengan kapten Manuel Locatelli serta respons terhadap kritik dari para pendukung. “Saya kritis kepada diri sendiri setiap hari. Setiap keputusan yang saya ambil adalah untuk hasil terbaik,” ucap Motta.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan di Juventus tidak hanya datang dari hasil di lapangan, tetapi juga dari ekspektasi besar yang terus membayangi tim. Kritik fans, dalam situasi seperti ini, menjadi pengingat bahwa Juventus dituntut segera bangkit dan membuktikan diri di sisa musim. Bagi Motta dan skuadnya, tantangan terdekat bukan lagi soal menatap Eropa, melainkan memastikan tempat di sana tetap terbuka lewat performa di Serie A.
