28.8 C
Jakarta

Virus RSV: Ciri-Ciri dan Komplikasi Pada Lansia

Published:

Surabaya – Respiratory Syncytial Virus atau RSV kerap luput dikenali karena gejalanya mirip flu biasa. Padahal, bagi kelompok lanjut usia, infeksi ini bisa berujung pada komplikasi serius yang menyerang saluran napas dan memperburuk penyakit penyerta. Di tengah masih rendahnya kesadaran publik, National Hospital Surabaya menggelar talkshow untuk mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan virus pernapasan yang sangat menular ini.

RSV kerap disangka flu biasa

Menurut dr. Bambang Susilo Simon, spesialis paru di National Hospital Surabaya, RSV sering datang dengan keluhan yang tampak sederhana, seperti batuk dan gejala mirip infeksi saluran napas atas. Persoalannya, diagnosis RSV memerlukan tes khusus yang tidak murah dan belum mudah dijangkau banyak orang. Akibatnya, pasien—terutama lansia—sering tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya terinfeksi RSV dan berisiko mengalami kondisi yang lebih berat.

“Banyak yang mengira ini hanya flu biasa, padahal pada kelompok tertentu risikonya jauh lebih tinggi,” ujar dr. Bambang dalam kegiatan tersebut.

Risiko komplikasi pada lansia jauh lebih tinggi

Bahaya RSV pada lansia meningkat tajam bila disertai penyakit penyerta. Mereka yang memiliki riwayat pneumonia, gagal jantung kongestif, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronik disebut lebih rentan mengalami komplikasi. Infeksi RSV dapat memicu gangguan pernapasan berat, bahkan berkembang menjadi henti napas dan gagal napas.

Dalam penjelasan yang disampaikan, dampak RSV pada lansia disebut jauh lebih serius dibandingkan Covid-19 dan influenza. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap virus tersebut menjadi penting, terutama karena belum tersedia pengobatan khusus RSV pada orang dewasa.

Pencegahan menjadi kunci di tengah populasi lansia yang terus bertambah

Karena belum ada terapi spesifik, langkah paling masuk akal adalah mengenali gejala sejak awal dan memperkuat pencegahan. Edukasi publik dinilai perlu diperluas agar masyarakat memahami bahwa infeksi pernapasan tidak selalu bisa dianggap ringan, terlebih pada usia lanjut.

Kebutuhan itu makin mendesak seiring meningkatnya jumlah lansia. Populasi kelompok usia ini diperkirakan mencapai 14,6 persen dari total penduduk pada 2030. Dengan tren tersebut, upaya pencegahan RSV tak lagi sekadar urusan medis, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat yang harus disiapkan sejak sekarang.

Related articles

Recent articles