JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan partai politik ke Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dalam pertemuan yang disebut sebagai bagian dari silaturahmi politik setahun setelah Pilpres 2024. Namun, undangan itu tidak berlaku untuk semua partai. PDI Perjuangan dipastikan tidak masuk daftar undangan karena bukan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Undangan hanya untuk KIM Plus
Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa undangan Prabowo memang diarahkan khusus kepada pimpinan partai yang tergabung dalam KIM Plus. Dengan demikian, kehadiran para ketua umum dan pimpinan partai dalam forum itu mengikuti batas koalisi yang sudah terbentuk.
Penegasan ini sekaligus menjawab pertanyaan mengenai tidak diundangnya PDI Perjuangan. Menurut Prasetyo, komposisi undangan tidak dimaksudkan untuk melibatkan seluruh partai politik, melainkan mereka yang berada dalam lingkaran KIM Plus.
Golkar dan Nasdem benarkan agenda pertemuan
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, turut membenarkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menerima undangan ke Hambalang. Konfirmasi itu memperkuat informasi bahwa pertemuan tersebut memang melibatkan para pimpinan partai dari koalisi pendukung Prabowo.
Di sisi lain, Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya, menyebut pertemuan itu juga berkaitan dengan perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra. Ia menegaskan bahwa seluruh pimpinan partai yang berada dalam KIM Plus diundang untuk hadir dalam agenda tersebut.
Silaturahmi politik pasca Pilpres 2024
Pertemuan di Hambalang itu tak hanya dibaca sebagai seremoni ulang tahun partai, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi politik setelah satu tahun Pilpres 2024. Dalam konteks itu, undangan terbatas kepada KIM Plus menunjukkan arah komunikasi politik yang ingin dijaga tetap rapat di antara partai-partai koalisi.
Di tengah dinamika politik yang masih bergerak, daftar tamu di Hambalang memberi sinyal bahwa Prabowo memilih memperkuat hubungan dengan partai-partai yang selama ini berada dalam barisan pendukungnya, sementara PDI Perjuangan tetap berada di luar lingkaran pertemuan tersebut.
