JAKARTA — Jauh sebelum duduk di kursi presiden, Prabowo Subianto sudah membawa satu gagasan yang terus ia dorong: makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia. Program yang kini dikenal sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, menurut Hashim Djojohadikusumo, bukanlah ide yang lahir menjelang Pemilu 2024, melainkan telah diperjuangkan Prabowo sejak 2006.
Komitmen yang dibawa jauh sebelum kemenangan
Hashim menyampaikan hal itu dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta Selatan, 7 Januari. Di hadapan peserta acara, ia menegaskan bahwa Prabowo konsisten mengangkat isu pemenuhan gizi anak bahkan pada masa kampanye pemilihan presiden 2014. Menurut Hashim, perhatian Prabowo terhadap program ini tidak berubah oleh waktu maupun oleh dinamika politik.
Prabowo, kata Hashim, memandang asupan gizi sebagai fondasi yang tidak bisa dipisahkan dari masa depan bangsa. Dalam pandangannya, anak-anak yang tumbuh dengan nutrisi cukup akan lebih siap belajar, berkembang, dan pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan Indonesia.
MBG resmi diluncurkan setelah Prabowo menjabat
Setelah dilantik sebagai Presiden ke-8 Indonesia pada Oktober 2024, Prabowo resmi meluncurkan program MBG pada 6 Januari 2025. Program ini kemudian diperluas jangkauannya ke seluruh 31 provinsi di Indonesia. Langkah tersebut menandai perubahan gagasan yang lama diperjuangkan menjadi kebijakan yang mulai dijalankan secara nasional.
Bagi Prabowo, penyediaan makanan bergizi gratis bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari upaya menyiapkan generasi berikutnya agar memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik. Dalam kerangka itu, gizi anak ditempatkan sebagai urusan strategis, bukan isu sampingan.
Gizi, pendidikan, dan masa depan negara
Pernyataan Hashim di Jakarta Selatan memperlihatkan bahwa MBG sejak awal memang dipahami sebagai investasi jangka panjang. Hubungan antara makanan, pendidikan, dan masa depan Indonesia menjadi benang merah yang terus diangkat Prabowo selama bertahun-tahun. Dari forum kampanye hingga akhirnya masuk ke kebijakan pemerintah, pesan yang dibawa tetap sama: anak-anak Indonesia perlu mendapat dukungan dasar agar dapat tumbuh sehat dan belajar dengan baik.
Dengan peluncuran nasional MBG, Prabowo menegaskan kembali keyakinannya bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan paling dasar generasi muda.
