31.4 C
Jakarta

Pebulu Tangkis Indonesia Dilatih Kopassus: Wawasan Baru

Published:

Pebulu tangkis Indonesia mendapat pengalaman yang tak biasa saat menjalani pelatihan militer bersama Kopassus di Situ Lembang, Jawa Barat. Selama empat hari, mulai Minggu hingga Rabu, para atlet ditempa bukan untuk mengasah teknik pukulan, melainkan membangun ketahanan mental, disiplin, dan rasa kebersamaan yang kerap menjadi penentu di lapangan pertandingan.

Program ini diikuti seluruh pemain, pengurus, ofisial, dan pelatih. Mereka mendapat arahan langsung dari para prajurit Kopassus dalam rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter juara. Dari sisi PBSI, kegiatan tersebut dipandang sebagai bekal penting agar para atlet tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga sanggup menjaga fokus dan daya juang ketika menghadapi tekanan di turnamen besar.

Latihan di Situ Lembang untuk Bangun Mental Juara

Dalam pernyataan resminya, PBSI menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai disiplin, ketahanan, dan kebersamaan. Tiga hal itu dianggap sebagai fondasi yang tak kalah penting dibanding persiapan teknis. Di level internasional, pertandingan bulu tangkis kerap berjalan ketat dan menuntut ketenangan dalam situasi sulit.

Karena itu, suasana pelatihan militer di Situ Lembang dimanfaatkan untuk memberi perspektif baru kepada para pebulu tangkis Indonesia. Mereka diharapkan pulang dengan mental yang lebih siap, terutama saat harus menghadapi lawan-lawan kuat dan tekanan publik yang besar.

Menuju Qingdao dan Tur Eropa

Setelah rangkaian pelatihan ini, sejumlah pemain akan langsung bersiap tampil di Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025 di Qingdao, China. Sementara itu, para pemain senior dijadwalkan melanjutkan persiapan menuju tur Eropa pada akhir Februari. Urutan agenda yang padat ini membuat bekal mental menjadi penting, sebab para atlet dituntut menjaga kondisi dan konsentrasi dalam waktu berdekatan.

Bagi PBSI, pelatihan bersama Kopassus bukan sekadar agenda seremonial. Program ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menjadi juara tidak hanya ditentukan oleh latihan di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan bertahan dalam tekanan, menjaga kekompakan, dan tampil disiplin saat bertanding di panggung internasional.

Related articles

Recent articles