33.8 C
Jakarta

“Prabowo Dorong Pemerataan Makan Gratis: Penemuan Makanan”

Published:

Prabowo Dorong Pemerataan Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Diminta Percepat Layanan

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan perlunya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar layanan gizi dapat menjangkau lebih banyak siswa dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Dorongan itu disampaikan di tengah upaya pemerintah memperluas cakupan program yang baru berjalan sejak awal Januari 2025.

Fokus pada kebutuhan gizi yang belum terpenuhi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka. Menurut Dadan, Presiden menekankan pentingnya kerja bersama antarkementerian dan lembaga agar pelayanan MBG tidak berjalan lambat, terutama untuk kelompok yang kebutuhan gizinya masih belum terpenuhi.

“Presiden menekankan pentingnya kolaborasi agar program ini bisa dipercepat dan menjangkau lebih banyak anak serta ibu hamil,” kata Dadan seusai rapat.

Sudah menjangkau 31 provinsi

Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG telah beroperasi di 31 provinsi dan melayani lebih dari 650 ribu penerima manfaat. Pemerintah menargetkan perluasan bertahap dalam beberapa bulan ke depan, dengan sasaran 3 juta penerima manfaat pada periode Januari-April dan meningkat menjadi 6 juta pada April-Agustus.

Target tersebut, menurut Dadan, tidak bisa dicapai hanya oleh satu lembaga. Pemerintah harus mengandalkan kerja lintas sektor agar distribusi layanan, penyediaan bahan, hingga pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Kolaborasi lintas kementerian jadi kunci

Untuk mempercepat pelaksanaan program, pemerintah menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari Bappenas, Kementerian Pertahanan, TNI-Polri, Menteri Desa, hingga Menteri Koperasi. Skema kolaborasi itu disiapkan agar rantai pelayanan MBG tidak terhambat oleh persoalan teknis di daerah.

Dalam arahannya, Prabowo menilai pemerataan program gizi harus menjadi kerja bersama, bukan sekadar agenda sektoral. Pemerintah ingin memastikan anak-anak dan ibu hamil di berbagai wilayah mendapat akses layanan yang sama, terutama di daerah yang selama ini sulit dijangkau. Dengan dorongan percepatan itu, MBG kini menjadi salah satu program yang paling disorot dalam upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi masyarakat sejak dini.

Related articles

Recent articles