33.8 C
Jakarta

“Sukses: Bedah Jantung Terbuka RSUP dr. Ben Mboi”

Published:

RSUP dr. Ben Mboi di Kupang mencatat tonggak baru dalam layanan kesehatan Nusa Tenggara Timur. Untuk pertama kalinya, rumah sakit itu berhasil melakukan bedah jantung terbuka pada 20 Desember 2024. Operasi ini menjadi penanda bahwa layanan yang selama ini hanya tersedia di kota-kota besar kini mulai hadir lebih dekat bagi warga di wilayah timur Indonesia.

Operasi perdana untuk pasien muda

Pasien yang ditangani adalah perempuan berusia 26 tahun dengan diagnosis Severe Mitral Valve Stenosis, Moderate Tricuspid Valve Regurgitation, dan Pulmonary Hypertension. Sebelumnya, kasus seperti ini umumnya harus dirujuk ke Surabaya atau Jakarta. Kehadiran layanan bedah jantung terbuka di Kupang membuka jalur baru bagi pasien di NTT yang membutuhkan penanganan serupa tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada tim RSUP dr. Ben Mboi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa layanan kesehatan berteknologi tinggi tidak lagi harus terpusat di Pulau Jawa. Dengan fasilitas yang mulai tersedia di daerah, akses masyarakat terhadap tindakan medis kompleks diharapkan makin terbuka.

Rujukan keluar daerah diharapkan berkurang

Selama ini, sekitar 7.000 warga NTT setiap tahun dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan medis, termasuk perawatan jantung, stroke, dan kanker. Dengan hadirnya layanan jantung di NTT, angka rujukan itu diperkirakan bisa turun menjadi 3.000 hingga 4.000 orang per tahun. Artinya, lebih banyak pasien dapat ditangani di daerah sendiri tanpa harus menanggung beban biaya dan perjalanan yang panjang.

Direktur RSUP dr. Ben Mboi, dr. Annas Ahmad, menegaskan rumah sakitnya berkomitmen menyediakan pelayanan kesehatan yang setara bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. Keberhasilan operasi ini, kata dia, menjadi langkah awal untuk memperluas layanan spesialistik di rumah sakit tersebut.

NTT masuk daftar provinsi dengan layanan bedah jantung

Dengan pencapaian ini, NTT menjadi provinsi ke-25 di Indonesia yang mampu menyediakan layanan bedah jantung terbuka. Pemerintah pusat menilai capaian itu sebagai bagian dari transformasi kesehatan yang terus didorong agar layanan rujukan tidak menumpuk di kota besar. Menkes juga menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain layanan jantung, Kementerian Kesehatan merencanakan pemasangan mesin canggih untuk penanganan kanker di NTT pada tahun depan. Di saat yang sama, penguatan sumber daya manusia kesehatan di daerah tetap menjadi perhatian, termasuk melalui beasiswa bagi putra-putri daerah agar kelak kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring rumah sakit rujukan jantung di Indonesia, sekaligus menutup kesenjangan layanan antarwilayah. (rhs)

Related articles

Recent articles