28 C
Jakarta

Kekecewaan Muhammad Ferarri: Brace Gagal Bawa Timnas Indonesia Menang

Published:

MUHAMMAD Ferarri menutup laga debutnya bersama timnas Indonesia senior dengan catatan yang tak biasa: dua gol, ban kapten, tetapi tanpa kemenangan. Dalam duel Piala AFF 2024 melawan Laos, Garuda harus puas berbagi angka setelah laga berakhir 3-3. Bagi Ferarri, hasil itu terasa lebih menyakitkan karena kontribusi pribadinya justru tidak berujung pada tiga poin.

Brace Ferarri, tetapi Garuda gagal mengunci laga

Pemain Persija Jakarta itu tampil sebagai starter dan langsung dipercaya memimpin tim di lapangan. Ferarri mencetak brace, sebuah pencapaian yang jarang terjadi untuk pemain yang baru menjalani debut bersama timnas senior. Namun, keunggulan yang sempat dibangun Indonesia tak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Usai laga, Ferarri mengakui masih ada banyak hal yang harus dibenahi. Ia menilai tim belum tampil cukup rapat untuk menjaga hasil. Kekecewaan itu juga dirasakan rekan setimnya, Dony Tri Pamungkas, yang menyebut performa tim masih perlu diperbaiki agar target kemenangan tidak kembali lepas.

Persija jadi tumpuan sejak awal

Selain Ferarri dan Dony, Rayhan Hannan juga dipercaya turun sejak menit pertama. Tiga pemain yang sama-sama berasal dari Persija Jakarta itu menjadi bagian dari susunan inti timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut. Kehadiran mereka memperlihatkan besarnya kepercayaan pelatih terhadap generasi muda yang sedang naik daun.

Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, penampilan Ferarri tetap mencuri perhatian. Bukan hanya karena dua gol yang ia lesakkan, tetapi juga karena perannya sebagai kapten di laga debut. Situasi itu membuat sorotan terhadap dirinya semakin besar, sekaligus menegaskan ekspektasi yang kini melekat di pundaknya.

Indonesia masih di puncak, Vietnam menanti

Timnas Indonesia saat ini memimpin klasemen Grup B Piala AFF 2024 dengan koleksi 4 poin dari dua pertandingan. Posisi itu menjaga peluang Garuda untuk melangkah ke fase berikutnya tetap terbuka. Namun, hasil imbang melawan Laos juga menjadi pengingat bahwa keunggulan di papan klasemen belum otomatis menjamin kelancaran jalan ke depan.

Laga berikutnya melawan Vietnam akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Di titik ini, Indonesia tidak hanya dituntut menang, tetapi juga menunjukkan bahwa kekecewaan melawan Laos benar-benar dijadikan bahan evaluasi. Ferarri, Dony, dan para pemain muda lain kini berada di persimpangan penting: belajar dari hasil seri, atau kembali membiarkan peluang terlepas begitu saja.

Related articles

Recent articles