28.2 C
Jakarta

Menkes Dorong Rumah Sakit Swasta Tingkatkan Layanan dengan Teknologi Canggih untuk Deteksi Kanker – Sehat Negeriku

Published:

Tangerang, 21 November 2024 — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong rumah sakit swasta mengambil peran lebih besar dalam layanan kesehatan nasional, terutama untuk penanganan kanker yang membutuhkan teknologi tinggi. Pesan itu ia sampaikan saat meresmikan fasilitas cyclotron dan digital PET/CT scan Omni Legend di RS Mandaya Royal Puri, Tangerang. Menurut Budi, keberadaan perangkat canggih semacam ini bukan sekadar menambah daftar alat medis, melainkan membuka peluang agar pasien Indonesia tidak lagi harus mencari layanan ke luar negeri.

Teknologi mahal, tetapi dampaknya besar

Budi menegaskan, alat seperti cyclotron dan digital PET/CT scan memang membutuhkan investasi besar dan belum banyak dimiliki rumah sakit. Namun, manfaatnya dinilai jauh lebih penting karena mampu mendeteksi penyebaran sel tumor secara lebih akurat. Dengan diagnosis yang lebih cepat dan presisi, pasien bisa memperoleh penanganan di dalam negeri tanpa harus dirujuk ke Singapura atau negara lain.

“Alat ini mahal, belum banyak rumah sakit yang memilikinya, tapi manfaatnya sangat besar. Dengan cyclotron dan digital PET/CT scan, kita bisa mendeteksi penyebaran sel tumor lebih akurat. Ini memungkinkan pasien tetap dirawat di dalam negeri, tidak perlu ke Singapura. Bayangkan, ada potensi devisa ratusan triliun rupiah yang bisa kita hemat,” ujar Menkes Budi.

Kasus kanker masih tinggi

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) melalui The International Agency for Research on Cancer (IARC), estimasi kasus kanker baru di Indonesia pada 2022 mencapai 408.661 kasus, dengan 242.988 kematian. Pemerintah menilai angka itu bisa terus meningkat bila upaya penanggulangan tidak diperkuat.

Budi menekankan, kematian akibat kanker sebenarnya dapat ditekan melalui skrining rutin, diagnosis dini, dan pengobatan yang berkualitas. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperluas jejaring layanan kanker, termasuk pengembangan terapi berbasis teknologi seperti radioterapi dan fasilitas pencitraan mutakhir.

Jejaring PET-CT dan cyclotron dipercepat

Pemerintah saat ini mempercepat pembangunan jejaring PET-CT dan cyclotron di berbagai wilayah Indonesia. Hingga Agustus 2024, sudah ada tiga fasilitas cyclotron yang beroperasi di Jakarta, yakni di RSK Dharmais, RS MRCCC Siloam, dan RS Gading Pluit. Kemenkes menargetkan perluasan akses agar layanan diagnostik kanker tidak lagi terpusat di kota-kota besar tertentu.

“Target kami adalah memasang enam PET Scan di 2024, sembilan di 2025, dan satu lagi pada 2027. Dengan begitu, semua pulau di Indonesia akan memiliki akses ke PET Scan. Untuk mendukung itu, kita membutuhkan jaringan Cyclotron yang dapat mendistribusikan radiofarmaka ke seluruh Indonesia,” jelas Menkes Budi.

Rumah sakit swasta didorong naik kelas

Dalam kesempatan itu, Budi juga menilai rumah sakit pemerintah tidak mungkin menanggung seluruh kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Ia menyebut rumah sakit swasta perlu mempercepat peningkatan mutu layanan, baik dari sisi teknologi, fasilitas, maupun tenaga medis, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat yang menginginkan layanan premium.

Presiden Direktur Mandaya Hospital Group dr. Ben Widaya menjelaskan, cyclotron berfungsi sebagai penghasil zat pelacak radioaktif yang dibutuhkan dalam pemeriksaan PET Scan. “Cyclotron ibarat tinta untuk printer PET Scan, menghasilkan zat pelacak radioaktif yang memungkinkan dokter mendeteksi kanker dengan lebih baik,” ujarnya.

Budi menambahkan, pengembangan alat canggih ini juga memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk dari BAPETEN untuk memastikan izin serta keamanan teknisnya. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes 1500-567, SMS 081281562620, dan email [email protected]. (NI) Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM.

Source link

Related articles

Recent articles