28.2 C
Jakarta

Marquinhos AkuiJasa Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Motta untuk Kariernya

Published:

Marquinhos tak menutupi pengaruh besar sejumlah nama senior dalam perjalanan kariernya di Paris Saint-Germain. Bek timnas Brasil itu menyebut Zlatan Ibrahimovic, Thiago Motta, Thiago Silva, hingga Maxwell sebagai sosok yang ikut membentuk dirinya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Marquinhos berbicara soal perkembangan dirinya sejak bergabung dengan PSG pada 2012. Kini menjadi kapten tim, ia menilai lingkungan dan pengalaman bersama para pemain berpengaruh itu punya peran penting dalam membangun mental serta standar kerjanya sebagai pesepak bola elite.

Tempat latihan baru PSG dan standar yang berubah

Pernyataan Marquinhos muncul setelah PSG meresmikan tempat latihan baru yang menurutnya menghadirkan suasana berbeda. Pemain berusia 30 tahun itu menyebut fasilitas tersebut sebagai sesuatu yang “tidak biasa”, karena memberi ruang lebih besar untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun mental.

“Di sini, saya bisa melakukan latihan yang tidak memungkinkan sebelumnya,” ujar Marquinhos. Ia menambahkan, perkembangan itu juga tak lepas dari pelajaran yang ia serap selama bertahun-tahun berkarier bersama para juara. Kini, menurut dia, giliran dirinya untuk meneruskan pengalaman tersebut kepada pemain-pemain muda di skuad PSG.

Warisan Ibrahimovic dan Motta di ruang ganti PSG

Marquinhos secara khusus menyinggung Ibrahimovic dan Thiago Motta sebagai dua figur yang meninggalkan kesan kuat. Ibrahimovic membela PSG pada 2012 hingga 2016 dan mencetak 156 gol dari 180 pertandingan. Torehan itu menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub, di bawah Kylian Mbappe dengan 256 gol dan Edinson Cavani dengan 200 gol.

Sementara itu, Thiago Motta kini meniti karier sebagai pelatih Juventus setelah memperkuat PSG dari 2012 sampai 2018. Selama berseragam Les Parisiens, ia mencetak 12 gol dalam 231 pertandingan dan turut mempersembahkan 16 trofi, termasuk lima gelar Ligue 1.

Marquinhos sendiri sudah menjadi bagian PSG sejak direkrut dari AS Roma pada 2012. Dalam lebih dari satu dekade, ia tumbuh dari pemain muda menjadi pemimpin tim, dan pengakuannya kali ini menegaskan bahwa perjalanan panjangnya di Paris dibangun bukan hanya oleh bakat, tetapi juga oleh warisan para senior yang pernah lebih dulu menetapkan standar di klub tersebut.

Source link

Related articles

Recent articles