27.6 C
Jakarta

Merah Putih Cabinet Ministers Reflect on Day Two of Retreat in Magelang: Strengthening Unity and Government Synergy

Published:

Retret Dua Hari di Magelang Jadi Ajang Menyatukan Irama Kerja Kabinet Merah Putih

Magelang, 26 Oktober — Retret dua hari para menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang tak sekadar diisi baris-berbaris dan kegiatan fisik. Bagi sejumlah anggota kabinet, agenda itu menjadi ruang untuk menyamakan cara pandang, mempererat hubungan antarpembantu presiden, sekaligus menegaskan kembali pentingnya disiplin dalam menjalankan pemerintahan.

Menyatukan visi di luar meja rapat

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kegiatan tersebut memberi kesempatan langka bagi para menteri untuk bergerak dalam satu irama. Menurut dia, kebersamaan yang dibangun lewat aktivitas fisik dan pembekalan manajerial membantu memperkuat solidaritas kabinet.

“Alhamdulillah, ini inisiatif yang bagus untuk menyamakan visi, memperkuat persatuan, dan membuat misi kita lebih mudah dicapai. Kita perlu gerakan bersama seperti ini, dimulai dari aktivitas fisik, lalu bersatu dalam pikiran dan tujuan,” kata Nasaruddin Umar.

Disiplin dan kesiapan kerja jadi sorotan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengaku ritme kegiatan di retret itu menuntut penyesuaian besar, terutama soal jam tidur dan bangun pagi. Meski begitu, ia menilai pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran tentang kedisiplinan.

“Bangun pagi itu tantangan. Biasanya saya tidur jam 2 pagi, bangun jam 5, lalu tidur lagi dan bangun jam 7. Tapi di sini, kami tidur jam 2 dan bangun jam 4. Itu pelajaran yang baik tentang disiplin. Berapa pun tidur kita, saat tugas memanggil, kita harus siap,” ujarnya sambil tertawa.

Baris-berbaris, tenda, dan kerja sama

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo melihat retret ini sebagai cara efektif untuk menyelaraskan ritme kerja Kabinet Merah Putih. Menurut dia, pengalaman berkemah di tenda dan mengikuti latihan baris-berbaris membantu membangun kedekatan antarpersonel kabinet yang sebelumnya mungkin belum terlalu akrab.

“Pengalaman ini sangat positif. Ini cara yang efektif untuk menyinkronkan langkah dan ritme kami sebagai kabinet. Banyak dari kami tidak terbiasa berkemah atau bangun jam 4 pagi untuk apel dan olahraga, tetapi di dalamnya juga ada materi penting tentang manajemen pemerintahan. Membangun koneksi antarmanusia dan kebersamaan itu krusial, sejalan dengan tujuan Presiden agar Kabinet Merah Putih bergerak cepat dan bekerja efektif,” kata Dito.

Soliditas kabinet disebut terasa lebih kuat

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, dua hari kebersamaan di Magelang memberi kesan kuat soal gotong royong dan saling dukung di antara para menteri. Ia berharap suasana itu membawa dampak langsung terhadap kinerja kabinet ke depan.

“Dua hari ini benar-benar luar biasa. Kekompakan antarpersonel Kabinet Merah Putih sangat menginspirasi. Kami saling menyemangati, bekerja, makan, dan menerima pengarahan bersama. Menyenangkan melihat antusiasme, proses belajar, dan yang paling penting, persatuan di antara rekan-rekan kabinet,” ujarnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset Stella Christie juga menilai kegiatan bersama itu menegaskan pentingnya kerja tim. Ia menyebut latihan fisik dan aktivitas kolektif membantu para pejabat kabinet belajar bergerak selaras, sesuatu yang menurutnya akan berguna dalam tugas pemerintahan sehari-hari.

“Saya merasa sangat terinspirasi oleh arahan Presiden untuk fokus pada kerja sama tim. Berolahraga dan hidup bersama adalah cara efektif untuk membangun kerja sama itu. Berbaris bersama mengajarkan kami bergerak serempak, dan pengalaman ini akan menjadi pengingat untuk tetap seirama saat bekerja nanti,” kata Stella.

Pejabat baru Kepala Staf Anto Mukti Putranto pun mengaku mendapat manfaat pribadi dari retret tersebut karena bisa mengenal lebih dekat para koleganya di kabinet. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban tugas itu.

“Pada hari pertama, kami masih saling mengenal, dan bagi saya sebagai anggota baru, ini cukup menegangkan. Tapi saya bersyukur kepada Presiden atas amanah sebagai Kepala Staf. Saya berharap bisa berkontribusi menjaga integritas Kabinet Merah Putih selama lima tahun ke depan, untuk bekerja bagi bangsa,” kata Anto.

Retret di Akademi Militer Magelang memperlihatkan bahwa penyelarasan kabinet tidak hanya dibangun lewat rapat-rapat formal, tetapi juga melalui kedekatan, latihan, dan disiplin bersama. Dalam konteks pemerintahan yang dituntut bergerak cepat, pengalaman dua hari itu menjadi ujian awal bagi para menteri untuk membuktikan bahwa kekompakan bukan sekadar slogan. (A)

Source link

Related articles

Recent articles