31.4 C
Jakarta

Majelis Syuro PKS Yakin Prabowo Subianto Mampu Jadikan Indonesia Pemimpin di ASEAN

Published:

Jakarta — Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri menaruh harapan besar kepada presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. Dalam kunjungan ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Jumat (11/10) sore, Salim menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo memiliki kapasitas untuk membawa Indonesia tampil sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara.

Soliditas bangsa di tengah situasi global

Menurut Salim, kondisi dunia yang kian tidak menentu menuntut Indonesia untuk memperkuat kerja sama antarkomponen bangsa. Ia menyinggung sejumlah konflik internasional, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga agresi Israel terhadap Palestina, yang menurutnya turut memberi dampak bagi Indonesia.

“Kalau kita lihat situasi dunia, kondisi yang tidak menentu, semua itu membuat kita semakin solid contoh yang terjadi di Rusia, Ukraina, bahkan agresi zionis Israel kepada bangsa Palestina semua itu membuat kita juga harus berpikir secara komprehensif bagaimana bangsa yang besar ini bisa menghadapi itu semua, karena pasti dampaknya kita rasakan,” kata Salim.

PKS melihat Prabowo sebagai sosok pemimpin kawasan

Salim menilai Indonesia, dengan wilayah yang luas dan sumber daya alam yang melimpah, semestinya tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga tampil sebagai pemimpin di ASEAN. Dalam pandangannya, Prabowo memiliki kemampuan untuk mengemban peran itu.

“Kita sebagai bangsa besar secara teritorial sebagai penduduk, secara kekayaan alam ya kita ingin bangsa kita jadi leader di kawasan, pemimpin di kawasan, saya melihat Prabowo Subianto mampu untuk menjadi pemimpin, leader di kawasan ini,” ujar Salim.

Ia menambahkan, jika hal itu terwujud, Indonesia juga tidak akan melupakan perjuangan rakyat Palestina. Salim mengingatkan bahwa Palestina pernah memberi apresiasi atas kemerdekaan Indonesia.

“Kalau itu terwujud, saya yakin juga negeri yang sama-sama kita cintai tidak akan dilupakan oleh bangsa Palestina. Mereka punya hak untuk meraih kemerdekaan. Sebagaimana ketika kita merdeka, merekalah yang pertama memberikan apresiasi, bahkan menerima kemerdekaan bangsa Indonesia,” sambungnya.

Hubungan panjang PKS dan Prabowo

Dalam pertemuan itu, Salim juga menegaskan kedekatan yang sudah terjalin lama antara PKS dan Prabowo, termasuk dengan Partai Gerindra. Ia bahkan menyampaikan pantun sebagai penanda hubungan yang disebutnya tidak hanya bersifat politik, tetapi juga batiniah.

“Hubungan PKS dengan Bapak Prabowo Subianto hubungan yang sangat panjang dan dalam dan hubungan batin yang sangat dalam sekali,” ujarnya.

Salim kemudian melanjutkan dengan pantun:

“Tahu dilempar di Pantai Belawan,
Rame berterbangan burung merpati,
Jauh sudah kami berjalan
Namun hubungan yang indah tersebut tetap di hati kami,”

Ia menutup dengan pantun lain yang merujuk pada pentingnya kerja sama politik untuk memajukan bangsa.

“Sebagai penutup ada pantun. Kalau tak ada kapal pinisi. Manalah sanggup kita arungi dunia
Kalau lah kami tidak berkoalisi
Manalah sanggup majukan bangsa,” tutup Salim. (RR)

Source link

Related articles

Recent articles