28.2 C
Jakarta

Penantian Panjang Pasien Bypass Jantung Tanjung Pinang Akhirnya Terwujud – Sehat Negeriku

Published:

Tanjung Pinang, 15 September 2024 — Setelah tiga tahun menunggu, Yueflin Hambra Nadir akhirnya bisa bernapas lebih lega. Pria 51 tahun asal Tanjung Pinang itu menjadi salah satu pasien pertama yang menjalani operasi bypass jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) pada 13 September 2024. Bagi Yueflin, tindakan ini bukan sekadar prosedur medis, melainkan jawaban atas penantian panjang sejak serangan jantung yang dialaminya pada 2021.

Penantian Tiga Tahun yang Berujung Operasi

Yueflin sempat menjalani kateterisasi jantung di Batam pada 2021. Namun, dua tahun kemudian, ia kembali menghadapi penyumbatan pembuluh darah. Kondisinya membuat tindakan pemasangan ring tak lagi memungkinkan, sehingga operasi bypass menjadi pilihan yang harus ditempuh. “Saya sangat senang, karena sudah lama sekali menunggu,” ujarnya.

Masalahnya, saat itu operasi bypass jantung belum tersedia di Kepulauan Riau. Tim dokter sempat menyarankan rujukan ke RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, tetapi keterbatasan biaya membuat Yueflin tetap bertahan menjalani perawatan di Tanjung Pinang. Baru pada 2024, harapannya menemukan jalan.

Operasi Perdana di Kepulauan Riau

RSUD Raja Ahmad Tabib kemudian meminta Yueflin menjadi pasien dalam operasi bypass jantung perdana di Kepulauan Riau, yang merupakan bagian dari program pengampuan layanan kardiovaskular RSJPD Harapan Kita. Ia menerima tawaran itu dengan penuh harapan. “Jadi, saya sudah menunggu dari tahun 2021, sampai sekarang baru terlaksana, sudah 3 tahun,” katanya.

Operasi berlangsung pada Sabtu, 13 September 2024, mulai pukul 13.30 WIB dan selesai pukul 21.30 WIB. Tindakan ini melibatkan tim dokter dari RSJPD Harapan Kita dan RSUD RAT. Setelah operasi, Yueflin langsung dipindahkan ke ruang ICU untuk menjalani perawatan lanjutan dan pemulihan.

Kasus Berisiko Tinggi, Hasilnya Lancar

Tim Pengampu Layanan Kardiovaskular RSJPD Harapan Kita, dr. Amin Tjubandi, Sp. BTKV, menyebut operasi pada Yueflin tergolong berisiko tinggi. Selain menderita penyakit jantung koroner tiga pembuluh, fungsi pompa jantung kiri pasien juga sudah menurun. Di sisi lain, Yueflin memiliki komorbid berupa penurunan fungsi ginjal.

Meski demikian, operasi berjalan baik dan lancar. Beberapa jam setelah tindakan selesai, pasien sudah dapat dilepas dari ventilator. Menurut dr. Amin, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama erat antara tim RSJPD Harapan Kita dan RSUD RAT. Ia menilai capaian tersebut menjadi penanda bahwa fasilitas dan sumber daya medis di RSUD RAT mulai siap untuk menangani tindakan kardiovaskular yang lebih kompleks.

“RSUD Raja Ahmad Tabib ini ke depan kita harapkan bisa mandiri melakukan operasi, berkesinambungan dan tentunya bisa bermanfaat untuk masyarakat di Tanjung Pinang,” ujar dr. Amin.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [email protected]. Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Source link

Related articles

Recent articles