28.2 C
Jakarta

Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Published:

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 9-10 September 2024. Peringatan ini muncul di tengah kondisi angin yang masih cukup kuat di beberapa wilayah, sehingga memicu kenaikan tinggi gelombang dari skala sedang hingga sangat tinggi.

Pola Angin Picu Gelombang Naik

BMKG menjelaskan, di wilayah Indonesia bagian utara, arah angin umumnya bertiup dari selatan ke barat dengan kecepatan 6-20 knot. Sementara itu, di bagian selatan Indonesia, angin dominan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia barat Lampung, Laut Seram bagian barat, dan Laut Arafuru bagian timur.

Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah wilayah, antara lain perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Aceh hingga Nias, Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali, Lombok, Alas, dan Sape bagian selatan, serta perairan selatan Kupang hingga Rote.

Sejumlah Perairan Masuk Kategori Waspada

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga diperkirakan terjadi di Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan Wakatobi, Laut Flores bagian timur, perairan Bitung hingga Sitaro, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Samudera Pasifik utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Laut Banda, Laut Seram, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, serta Laut Arafuru.

BMKG juga menandai adanya gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,50-4,0 meter, yang berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, perairan barat Pulau Enggano hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan Banten.

Nelayan dan Kapal Kecil Diminta Lebih Siaga

BMKG menegaskan, potensi gelombang tinggi ini dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar. Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta tidak mengabaikan peringatan ini.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG, Senin (9/9/2024).

(jon)

Source link

Related articles

Recent articles