Jakarta, 23 Agustus 2023 — Lonjakan kasus mpox di sejumlah negara kembali menjadi perhatian setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyakit ini sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 14 Agustus 2024. Sejak status itu diumumkan, tercatat tiga kasus baru mpox di luar Afrika, dengan pola penularan yang berbeda dan dua di antaranya berkaitan dengan varian clade Ib.
Kasus Baru Muncul di Swedia, Filipina, dan Thailand
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M. Syahril, menyampaikan bahwa kasus baru ditemukan di Swedia pada 15 Agustus, Filipina pada 19 Agustus, dan Thailand pada 22 Agustus. Dua kasus, yakni di Swedia dan Thailand, memiliki riwayat perjalanan ke Republik Demokratik Kongo dan terkonfirmasi sebagai varian clade Ib. Adapun kasus di Filipina merupakan transmisi lokal tanpa riwayat perjalanan, dengan varian clade IIb.
“Yang di Swedia dan Filipina sudah menjalani perawatan dan kondisinya membaik. Sementara yang di Thailand karena kasusnya baru, saat ini baru mulai pengobatan,” ujar dr. Syahril di Jakarta, Jumat (23/8).
Kasus Global Masih Bertambah
Dalam periode akhir Juni hingga 17 Agustus 2024, jumlah kasus mpox di dunia tercatat 25.337 kasus dengan 34 kematian. Di Republik Demokratik Kongo, penularan tidak hanya terjadi melalui kontak seksual, tetapi juga diduga melalui penularan di lingkungan rumah tangga, yang ikut mendorong kenaikan kasus pada anak-anak.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa mpox belum sepenuhnya mereda, terutama di wilayah yang menjadi pusat penularan. Temuan kasus di luar Afrika juga menegaskan bahwa kewaspadaan tetap dibutuhkan, khususnya pada pelaku perjalanan internasional.
Indonesia Belum Tambah Kasus Baru
Di Indonesia, kasus mpox pertama kali dilaporkan pada 20 Agustus 2022, dengan satu kasus konfirmasi. Pada 2023, Indonesia mencatat 73 kasus konfirmasi, lalu bertambah 14 kasus pada 2024. Dengan demikian, total kasus mpox di Indonesia hingga saat ini mencapai 88 kasus.
“Semua kasus di Indonesia adalah varian Clade II, dan sejak terakhir dilaporkan masih belum ada penambahan kasus hingga saat ini,” kata dr. Syahril.
Menurut dia, negara-negara G20 dan ASEAN secara umum telah menerapkan skrining gejala bagi pelaku perjalanan. Bila ditemukan gejala yang mengarah ke mpox, langkah lanjutan berupa tes PCR dan isolasi mandiri dilakukan jika hasil pemeriksaan positif.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan membatasi kontak fisik maupun seksual dengan penderita atau suspek mpox, menghindari gonta-ganti pasangan seksual, serta rutin mencuci tangan. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, dan email [email protected]. Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
Source link
