28.7 C
Jakarta

Prabowo Subianto and Papua New Guinea PM Sit Together, Discuss Bilateral Partnership

Published:

Port Moresby — Kunjungan Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto ke Papua Nugini pada Rabu (21/8) tidak sekadar menjadi agenda diplomatik rutin. Pertemuan dengan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menandai upaya kedua negara untuk kembali menegaskan pentingnya hubungan bertetangga yang selama ini kerap bergerak di antara kepentingan ekonomi, keamanan, dan kerja sama kawasan.

Prabowo dan Marape Bahas Kemitraan Strategis

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Marape membahas sejumlah isu bilateral maupun internasional yang sama-sama menjadi perhatian kedua negara. Obrolan keduanya juga mengarah pada langkah-langkah untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Papua Nugini.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Papua Nugini memiliki banyak bidang yang bisa dikerjakan bersama. Menurut dia, kedua negara saling melengkapi, terutama di sektor produksi pangan, pertanian, perikanan, pertambangan, mineral, hingga pariwisata. “Kami (Indonesia dan Papua Nugini) punya sinergi. Kami saling melengkapi, dan ada banyak hal yang bisa dilakukan di sektor produksi pangan, pertanian, perikanan, pertambangan, mineral, dan pariwisata. Indonesia menantikan kerja sama yang lebih banyak dengan Papua Nugini,” ujar Prabowo.

Bidang Pendidikan Jadi Pintu Baru

Selain ekonomi dan sumber daya alam, Prabowo juga membawa tawaran kerja sama di bidang pendidikan. Ia membuka peluang bagi generasi muda Papua Nugini untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan). Prabowo bahkan menyebut bahwa semua sekolah dan lembaga pendidikan militer Indonesia terbuka bagi peserta dari Papua Nugini.

“Saya juga telah memberi tahu menteri pertahanan Anda bahwa kami membuka semua sekolah dan institusi militer. Jika Anda ingin mengirim generasi muda Anda, kami akan merasa terhormat,” kata Prabowo.

Marape Soroti Perubahan Hubungan Kedua Negara

Sementara itu, Marape menyampaikan apresiasi atas komitmen Prabowo dalam mendorong perdamaian dan rekonsiliasi, sekaligus melanjutkan sejumlah program yang telah dirintis Presiden Joko Widodo. Ia menilai hubungan Papua Nugini dan Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih baik, dengan hasil yang mulai terasa di lapangan.

Marape menyebut, kedekatan kedua negara kini membuka peluang bisnis yang lebih besar, termasuk memperlancar mobilitas lintas batas bagi orang maupun barang. “Dinding yang dulu membatasi hubungan antara Papua Nugini dan Indonesia kini telah runtuh, membuka peluang bisnis di antara kita, dan pergerakan lintas batas, baik orang maupun barang, telah membaik,” kata Marape. (RR)

Source link

Related articles

Recent articles