31.4 C
Jakarta

Menteri Budi Lantik 8 Eselon II dan 26 Direksi Rumah Sakit – Sehat Negeriku

Published:

Jakarta, 31 Juli 2024 — Kementerian Kesehatan RI kembali merombak jajaran pimpinan di level strategis. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan direksi rumah sakit vertikal Kemenkes di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Rabu (31/7/2024). Pelantikan ini menjadi tindak lanjut dari seleksi serta rotasi dan mutasi di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Fokus pada transformasi kesehatan

Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus bergerak cepat mengawal program utama transformasi kesehatan. Salah satu yang ia soroti adalah pengembangan public health lab atau laboratorium kesehatan masyarakat, yang disebut akan menjadi perhatian khusus dan dimonitor langsung hingga tuntas.

Menurut Budi, laboratorium kesehatan masyarakat itu memiliki dua fungsi utama, yakni mendukung layanan laboratorium untuk penyakit menular dan memperkuat surveilans untuk deteksi dini. Ia menekankan pentingnya kemampuan mendeteksi potensi wabah sejak awal agar intervensi medis bisa dilakukan lebih cepat tanpa menambah beban rumah sakit.

“Jadi, kalau ada outbreak atau potensi outbreak atau ada indikasi outbreak, adalah tugas laboratorium kesehatan masyarakat untuk dapat mendeteksi secara dini dan cepat,” kata Budi.

Jaringan laboratorium dari puskesmas hingga provinsi

Budi menjelaskan, jaringan public health lab telah disusun dan Kemenkes telah meminta bantuan CDC untuk memulai layanan dari level puskesmas. Sebanyak 10.000 puskesmas akan menjadi lapis pertama layanan tersebut. Setelah itu, jaringan akan diperluas ke 514 kabupaten/kota dan seluruh provinsi.

Ia juga menyebut seluruh alat deteksi dini akan mulai dilengkapi tahun ini. Karena itu, para pejabat eselon II yang baru dilantik diminta memberi perhatian serius pada penguatan skrining dan deteksi dini, baik untuk penyakit menular maupun tidak menular.

Harapannya, Balai Besar Kesehatan Masyarakat dapat menjadi ujung tombak layanan pencegahan, sehingga penyakit bisa ditangani lebih awal sebelum masuk ke fase yang lebih berat.

Rumah sakit vertikal diminta tak hanya sibuk melayani, tetapi juga mandiri

Kepada direksi rumah sakit vertikal, Budi memberi pesan yang tak kalah tegas. Ia meminta rumah sakit menjaga mutu layanan, baik dari sisi operasional maupun pelayanan pasien. Menurut dia, rumah sakit vertikal juga harus punya kemampuan riset, pendidikan, dan peran sebagai rumah sakit pengampu di wilayahnya.

“Kualitas layanannya operasionalnya itu harus bagus, keuangannya itu harus bagus, harus ada untungnya,” ujar Budi. Ia menambahkan, keuntungan itu bukan untuk ditarik, melainkan diputar kembali bagi kebutuhan dokter, alat, riset, dan subsidi pasien BPJS yang tidak mampu.

Berikut daftar pejabat yang dilantik:

8 Eselon II

1. dr. Darmawali Handoko, M.Epid sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.
2. dr. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta.
3. Dr. Eva Susanti, S.Kp, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang.
4. dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
5. Dr. dr. Irene, M.K.M sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar.
6. dr. Nida Rohmawati, M.P.H sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.
7. dr. Imran Pambudi, M.P.H.M sebagai Direktur Kesehatan Jiwa.
8. drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid., Ph.D sebagai Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia.

26 direksi rumah sakit vertikal

Di jajaran rumah sakit vertikal, sejumlah nama juga menempati posisi baru, di antaranya dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., FINAC., M.Kes sebagai Direktur Utama RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung; dr. Wahyu Widodo, Sp.OT(K) sebagai Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta; dr. Agus Akhmadi, M.Kes. sebagai Direktur Utama RSUP dr. Kariadi Semarang; dan dr. Arif Rahman Sadad, Sp.KF, M.Si.Med. sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Nama lain yang turut dilantik antara lain dr. Andrian Widyanto, Sp.OG di RSUP Ratatotok Buyat, dr. Tarsisius Glory di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.S di RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, hingga Ken Wirianti, SE, MRM di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, dan email [email protected]. DJ Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Source link

Related articles

Recent articles