28.8 C
Jakarta

TB Hasanudin Ingatkan Pentingnya Penyadapan untuk Ungkap Tindakan Kriminal

Published:

TB Hasanudin Soroti Penyadapan sebagai Instrumen Penting untuk Membongkar Kejahatan

bukamata.id – Anggota Komisi I DPR RI, Mayor Jenderal TNI (Purn.) TB Hasanuddin, menegaskan bahwa penyadapan masih memiliki peran penting dalam kerja intelijen, terutama untuk mengungkap tindak kriminal yang merugikan banyak orang. Namun, ia mengingatkan agar kewenangan itu tidak dilepaskan dari kontrol negara, etika aparat, dan aturan yang jelas.

Pandangan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Aturan Tambahan dalam Spionase: Jejaring atau Kuasa, Sebuah Diskursus” yang digelar di Universitas Kristen Indonesia, Selasa (11/6/2024). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Center for Security and Foreign Affairs Universitas Kristen Indonesia (CESFAS UKI) dan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI).

Intelijen Kini Tak Bisa Lepas dari Teknologi

Dalam forum itu, TB Hasanuddin menyoroti perubahan besar dalam dunia intelijen. Menurut dia, metode kerja intelijen pada masa lalu sangat bergantung pada sumber daya terbatas dan perangkat teknologi yang belum memadai. Situasi itu, kata dia, membuat operasi intelijen berjalan dalam suasana senyap sekaligus berisiko tinggi.

Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara kerja intelijen secara signifikan. Karena itu, penyadapan tidak lagi bisa dipandang dengan pendekatan lama. Negara, menurut dia, membutuhkan perangkat hukum yang mampu mengikuti perubahan zaman sekaligus menjawab ancaman yang juga makin canggih.

UU Intelijen Dinilai Jadi Landasan, Meski Masih Perlu Penyempurnaan

TB Hasanuddin menyebut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 disusun dan disahkan untuk mengatur praktik intelijen agar sesuai dengan perkembangan teknologi. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi, terutama terkait mekanisme penyadapan.

“Meskipun masih ada banyak kekurangan yang harus diperbaiki dalam hal penyadapan, penyadapan tetap penting dilakukan untuk mengungkap tindakan-tindakan kriminal yang dapat merugikan orang banyak,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa penyadapan hanya boleh ditempatkan dalam kerangka kepentingan negara. Dalam pandangannya, praktik tersebut harus berjalan sesuai prinsip dasar intelijen, yakni keberhasilan yang tidak diklaim dan kegagalan yang tidak diketahui.

Etika Aparat Jadi Penentu

Selain aspek hukum dan teknologi, TB Hasanuddin menaruh perhatian pada moral aparat. Menurut dia, penyadapan berpotensi disalahgunakan jika tidak dibarengi integritas dan disiplin etika yang kuat. Karena itu, pengawasan dan tanggung jawab pejabat yang menjalankan kewenangan intelijen menjadi krusial.

Seminar tersebut sendiri digelar untuk membahas isu spyware dan kebutuhan regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan hak-hak sipil. Sejumlah pakar dan praktisi yang hadir diharapkan dapat memberi masukan bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat di masa mendatang.

Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan berbasis teknologi, perdebatan soal batas penyadapan kembali mengemuka. TB Hasanuddin menempatkan isu itu bukan semata soal alat, melainkan soal bagaimana negara memastikan kewenangan intelijen tetap bekerja untuk melindungi publik, bukan sebaliknya.

Sumber: https://bukamata.id/tb-hasanudin-ingatkan-pentingnya-penyadapan-untuk-ungkap-tindakan-kriminal/

Source link

Related articles

Recent articles