28.8 C
Jakarta

Direktorat Kementan Menyiapkan Rp30 Juta Setiap Bulan untuk Memenuhi Kebutuhan SYL

Published:

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian disebut rutin menyiapkan dana Rp30 juta setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan nonbudgeter Syahrul Yasin Limpo (SYL). Keterangan itu disampaikan Kabag Umum Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Edi Eko Sasmito, saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Uang untuk kebutuhan di luar anggaran

Di persidangan, Edi menjelaskan bahwa dana Rp30 juta tersebut disiapkan untuk kebutuhan SYL yang tidak tercantum dalam anggaran resmi. Pengeluaran itu, kata dia, mencakup tiket perjalanan hingga kebutuhan lain yang bersifat nonbudgeter. Pernyataan ini menegaskan adanya pola pembiayaan yang berjalan di luar mekanisme anggaran formal di lingkungan kementerian.

Edi juga mengungkap istilah sharing insidentil, yakni dana tambahan yang disiapkan ketika ada permintaan khusus dengan nominal lebih besar. Skema itu, menurut kesaksiannya, dipakai untuk menutup kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi dari alokasi rutin bulanan.

Sidang sorot aliran dana di Kementan

Dalam perkara ini, SYL didakwa menerima gratifikasi senilai Rp44,5 miliar. Uang tersebut disebut berasal dari patungan para pejabat eselon I serta setoran 20 persen dari anggaran di masing-masing Sekretariat, Direktorat, dan Badan di Kementerian Pertanian.

Kesaksian Edi menambah gambaran mengenai bagaimana kebutuhan pejabat di kementerian itu diduga dipenuhi melalui pengumpulan dana dari sejumlah unit kerja. Di ruang sidang, keterangan semacam ini menjadi penting untuk menelusuri pola permintaan, penyaluran, dan penggunaan uang yang dipersoalkan dalam dakwaan jaksa.

Source link

Related articles

Recent articles